Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Prospek Penjualan Eceran Kuartal II/2022 Diproyeksi Tersendat Lonjakan Inflasi

Kinerja penjualan eceran pada kuartal II/2022 diperkirakan akan menghadapi tantangan dengan adanya perkiraan inflasi yang tinggi.
Maria Elena
Maria Elena - Bisnis.com 12 April 2022  |  16:03 WIB
Pedagang menata sayuran yang dijual di Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Senin (27/1/2020). -  ANTARA / Sigid Kurniawan
Pedagang menata sayuran yang dijual di Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Senin (27/1/2020). - ANTARA / Sigid Kurniawan

Bisnis.com, JAKARTA - Bank Indonesia (BI) memperkirakan penjualan eceran pada Mei 2022 akan meningkat tinggi dibandingkan dengan periode bulan-bulan sebelumnya.

Hal ini tercermin dari Indeks Ekspektasi Penjualan (IEP) yang diperkirakan mencapai 157,8 pada Mei 2022, naik dari 151,8 dari bulan sebelumnya.

“Peningkatan penjualan pada Mei diperkirakan sejalan dengan peningkatan permintaan HBKN Idulfitri,” tulis BI Dalam Laporan Survei Penjualan Eceran yang dikutip Bisnis, Selasa (12/4/2022).

Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Yusuf Rendy Manilet mengatakan, jika melihat tren penjualan eceran pada Maret 2022, aktivitas perdagangan akan terdorong, seiring dengan pelonggaran PPKM dan adanya momentum Ramadan.

Namun demikian, kinerja penjualan eceran pada kuartal II/2022 diperkirakan akan menghadapi tantangan dengan adanya perkiraan inflasi yang tinggi.

“Memang tantangan dalam realisasi IPR [Indeks Penjualan Riil] ini akan ada pada inflasi yang akan relatif tinggi,” katanya kepada Bisnis, Selasa (12/4/2022).

Menurutnya, kompensasi atas inflasi yang akan meningkat tinggi ke depan pun akan mempengaruhi kinerja dari penjualan eceran.

Dia mengatakan, kompensasi yang diberikan bisa dalam bentuk bantuan yang sudah disampaikan pemerintah, termasuk pembagian THR.

“Apakah harapan pemerintah agar THR disalurkan secara penuh oleh pelaku usaha juga akan menentukan daya beli masyarakat, karena April dan Mei IPR akan relatif tinggi, namun di bulan Juni ada kecenderungan melambat,” kata Yusuf.

Dengan kondisi tersebut, Yusuf memperkirakan IPR memang berpotensi lebih baik pada kuartal II/2022 dibandingkan bulan sebelumnya, sehingga dapat mendorong pertumbuhan konsumsi rumah tangga.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Bank Indonesia Inflasi penjualan eceran
Editor : Hadijah Alaydrus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top