Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Harga Migor Subsidi Malah Mahal, Kok Bisa?

Harga minyak goreng subsidi yang sampai ke masyarakat masih terpaut jauh dari ketetapan harga eceran tertinggi atau HET yang dipatok Rp14.000. Terjadi penyelewengan di tingkat subdistributor.
Konsumen melihat stok minyak goreng aneka merek tersedia di etalase pasar swalayan Karanganyar pada Kamis (17/3/2022)/ Solopos.com-Indah Septiyaning Wardani.
Konsumen melihat stok minyak goreng aneka merek tersedia di etalase pasar swalayan Karanganyar pada Kamis (17/3/2022)/ Solopos.com-Indah Septiyaning Wardani.

Bisnis.com, JAKARTA — Direktur Eksekutif Gabungan Industri Minyak Nabati Indonesia (GIMNI) Sahat Sinaga mengatakan terjadi banyak penyelewengan penyaluran minyak goreng subsidi di tingkat subdistributor (D2) untuk sampai ke pengecer atau pasar. Konsekuensinya, harga minyak goreng subsidi yang sampai ke masyarakat masih terpaut jauh dari ketetapan harga eceran tertinggi atau HET yang dipatok Rp14.000.

Sahat mengatakan asosiasinya menerima sejumlah laporan adanya minyak goreng subsidi yang dikemas ulang di tingkat subdistributor untuk dijual kembali sebagai minyak goreng kemasan. Konsekuensinya, peredaran minyak goreng subsidi di tengah pasar masih relatif jarang yang membuat harga tertahan tinggi setelah satu bulan kebijakan subsidi Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) diterapkan.

“Dengan ketidakteraturan ini mereka main yang seharusnya tidak dikemas, dikemas. Itu yang terjadi di lapangan, minyak goreng yang harusnya subsidi masuk nyelonong ke repacker itu kan tidak benar, kita sudah sampaikan ke BUMN [Badan Usaha Milik Negara],” kata Sahat melalui sambungan telepon, Senin (11/4/2022).

Menurut Sahat, penyelewengan itu terjadi lantaran mayoritas agen dan sub agen belum memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak atau NPWP yang membuat tata niaga minyak goreng subsidi itu tidak transparan. Selain itu, menurut dia, sebagian besar distributor pada tingkat D2 juta juga belum mengetahui cara penggunaan dari NPWP tersebut.

“Tidak mungkin penyelewengan terjadi di produsen karena semua itu tertata di SIMIRAH dari produsen berapa ke distributor, dari D1 ke D2 karena banyak D2 ini belum beres makanya ngalirnya itu tidak lancar mereka-mereka ini tidak punya NPWP,” kata dia.

Di sisi lain, dia mengatakan, sebagian perusahaan yang ikut program minyak goreng subsidi itu relatif belum memiliki rantai distribusi langsung pada tingkat subdistributor. Dengan demikian, masih ada penyesuaian dari sejumlah produsen itu untuk menyalurkan minyak goreng subsidi mereka hingga ke pengecer.

“Ini masih proses belajar yang jelas karena ada beberapa perusahaan yang belum terbiasa dagang sampai D2 dan pengecer, mereka hanya terbiasa dengan distributor besar langsung,” kata dia.

Berdasarkan data milik otoritas perdagangan per 11 April 2022, harga minyak goreng curah berada di angka Rp18.200 per liter atau naik 13,75 persen dibandingkan dengan bulan lalu di tingkat pengecer secara nasional. Peningkatan harga itu juga masih berlanjut pada minyak goreng kemasan premium yang bertengger di posisi Rp26/300 per liter atau naik 41,40 persen secara bulanan.

Sementara, harga minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) dumai berada di angka Rp13.801 per liter atau turun 5,03 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Di sisi lain, CPO Rotterdam naik 10,31 persen secara bulanan di angka US$1.445 per ton.

Adapun stok indikatif untuk komoditas minyak goreng secara keseluruhan mencapai 628,58 ribu ton secara nasional dengan ketahanan sekitar 1,49 bulan. Otoritas perdagangan mencatat kebutuhan minyak goreng mencapai 422 ribu ton per bulan.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper