Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bos BI Sebut Dampak Utama Perang Rusia-Ukraina di Sektor Komoditas hingga Keuangan

Implikasi perang Rusia dengan Ukraina pada harga komoditas terlihat pada kenaikan harga yang terbilang tinggi pada sektor energi dan pangan.
Maria Elena
Maria Elena - Bisnis.com 17 Maret 2022  |  17:23 WIB
Bos BI Sebut Dampak Utama Perang Rusia-Ukraina di Sektor Komoditas hingga Keuangan
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo memberikan keterangan melalui streaming di Jakarta, Rabu (18/8/2020). - Bank Indonesia

Bisnis.com, JAKARTA — Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menyampaikan bahwa perang Rusia dengan Ukraina memberikan implikasi terhadap perekonomian dalam tiga aspek, yaitu harga komoditas, perdagangan, dan keuangan global.

Dia mengatakan, implikasi pada harga komoditas terlihat pada kenaikan harga yang terbilang tinggi pada komoditas energi dan pangan.

“Kami perkirakan harga minyak Indonesia akan mengalami kenaikan secara rata-rata US$85-US$86 per barel, dari asesmen kami pada Februari 2022 lalu yang berkisar US$67-US$70 per barel. Ini juga berdampak ke harga komoditas yang lain,” katanya dalam konferensi pers virtual usai Rapat Dewan Gubernur (RDG), Kamis (17/3/2022).

Perry pun memperkirakan, indeks harga komoditas ekspor Indonesia akan mengalami kenaikan hingga 10,5 persen, naik dari perkiraan sebelumnya 4,2 persen.

Lonjakan harga komoditas global tentunya akan mempengaruhi harga dan kondisi fiskal di dalam negeri.

Kemudian, dari sisi perdagangan, kenaikan harga komoditas tersebut kata Perry akan mempengaruhi impor, terutama pada sektor migas.

Di sisi pasar keuangan pun, eskalasi geopolitik Rusia dan Ukraina menyebabkan tertahannya aliran modal asing ke pasar keuangan domestik dan nilai tukar negara berkembang.

Eskalasi geopolitik Rusia dan Ukraina yang terus berlanjut dikhawatirkan akan menghambat pemulihan ekonomi secara global.

Pada RDG bulan ini, BI telah merevisi ke bawah angka proyeksi pertumbuhan ekonomi global 2022 dari perkiraan sebelumnya 4,4 persen menjadi 4,2 persen.

“Bahkan kalau berlanjut bisa 3,8 persen, tergantung seberapa lama eskalasi ini berlanjut,” kata Perry.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bank indonesia komoditas Perang Rusia Ukraina
Editor : Muhammad Khadafi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top