Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ini Deretan Upaya Inalum Percepat Transisi Energi ke EBT

PT Inalum menyatakan komitmen untuk mendukung program transisi energi yang dicetuskan oleh Presiden Joko Widodo ke energi baru terbarukan (EBT).
Faustina Prima Martha
Faustina Prima Martha - Bisnis.com 12 Maret 2022  |  12:12 WIB
Ini Deretan Upaya Inalum Percepat Transisi Energi ke EBT
Karyawan sedang berbincang di depan kantor PT Inalum (Persero) Siguragura, Sumatra Utara. - inalum.id

Bisnis.com, JAKARTA – Produsen nikel nasional, PT Inalum (Persero) menyatakan komitmen untuk mendukung program transisi energi yang dicetuskan oleh Presiden Joko Widodo. PT Inalum telah melakukan berbagai upaya guna mendorong akselerasi transisi energi konvensional ke energi baru terbarukan (EBT).

Direktur Operasi dan Portofolio PT Inalum (Persero), Danny Praditya mengungkapkan sejumlah upaya yang telah dilakukan oleh Inalum guna menurunkan emisi karbon.

“Sebelum adanya komitmen untuk menurunkan emisi karbon, kami telah memasok listrik berbasis energi bersih untuk kegiatan operanional dari Danau Toba. Untuk itu, kami melakukan konservasi untuk menjaga sumber air di Danau Toba maupun di Sungai Asahan,” terang Danny, Jumat (11/3/2022).

Lebih lanjut, terang Danny, Inalum juga telah melakukan implementasi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS), di area-area yang direklamasi.

Selain itu, Inalum juga turut berpartisipasi dalam menciptakan ekosistem EBT dengan mempergunakan aluminium yang diproduksinya untuk pembuatan baterai bagi kendaraan listrik (EV).

“Indonesia menguasai 52 persen cadangan nikel dunia. Ini harus dimanfaatkan untuk memproduksi baterai yang digunakan pada mobil listrik,” tukas Danny.

Baterai sendiri mencakup 25-40 persen dari total biaya produksi mobil listrik. Jika Indonesia memiliki pabrik sel baterai mobil listrik, maka biaya produksinya dapat berkurang hingga 30-40 persen. Hal ini tentu dapat terwujud dengan berkat kekayaan alam yang dimiliki Indonesia.

Sebagai informasi, pada 2040 mendatang permintaan mobil listrik diproyeksikan akan mencapai 60 juta unit. Agus menambahkan, perkembangan industri otomotif akan sejalan dengan pertumbuhan populasi manusia, sehingga 20 tahun mendatang 60 persen mobil dunia adalah berbasis listrik.

Sementara di dalam negeri, permintaan mobil listrik dalam 10 tahun mendatang diproyeksikan akan mencapai 400-600 ribu unit dengan asumsi penjualan mobil nasional mencapai 2 jutaan unit.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Mobil Listrik BUMN Transisi energi
Editor : Rio Sandy Pradana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top