Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Anteraja Sediakan Layanan COD di Shopee Hingga Tokopedia, Begini Cara Menggunakannya

Pengelola logistik Anteraja meluncurkan layanan terbaru berupa sistem pembayaran di tempat atau COD.
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 21 Februari 2022  |  00:10 WIB
Motor listrik yang digunakan oleh kurir AnterAja. - istimewa
Motor listrik yang digunakan oleh kurir AnterAja. - istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – PT Tri Adi Bersama, yang membawahi jasa layanan ekspres Anteraja meluncurkan layanan Cash on Delivery atau COD di sejumlah marketplace seperti Shopee dan Tokopedia.

VP Sales & Marketing Anteraja Andri Hidayat menjelaskan cara penggunaan sistem pembayaran COD pada Anteraja sangat mudah, yaitu pembeli dapat berbelanja di marketplace yang diinginkan dan memilih barang yang bisa dibayar menggunakan metode pembayaran COD. Setelah pemesanan selesai dilakukan, maka kurir Anteraja akan datang sesuai dengan waktu durasi pengiriman yang telah dipilih oleh pelanggan pada saat melakukan pemesanan.

Selanjutnya, Kurir Anteraja akan membawa paket tersebut dan menagihkan harga barang serta ongkos kirim yang perlu dibayar oleh pembeli.

“Setelah pembayaran selesai, paket akan diserahkan kepada customer,” ujarnya, Minggu (20/2/2022).

Saat ini sistem pembayaran COD Anteraja sudah tersedia pada platform marketplace seperti Tokopedia dan Shopee. Selain itu Anteraja juga menghadirkan fitur tersebut pada platform BisnisAja untuk memenuhi kebutuhan COD bagi para socio sellers. Pengembangan fitur tersebut juga akan disediakan pada platform non-marketplace. Di samping itu, Anteraja juga melakukan ekspansi dalam menangkap peluang pasar di tengah kebiasaan berbelanja daring oleh masyarakat.

Pada tahun ini, Anteraja sedang dalam proses untuk memperluas pengembangan dan penambahan Layanan. Salah satunya penyediaan layanan kargo.

“Seiring dengan pembatasan mobilitas ke luar rumah oleh Pemerintah, telah mempengaruhi kebiasaan masyarakat dalam berbelanja menggunakan sistem online. Hal ini juga turut mempengaruhi terhadap volume pengiriman melalui Anteraja yang terus mengalami peningkatan,” tekannya.

Mengawali tahun ini, Andri menyebutkan bahwa tantangan bisnis logistik adalah penyebaran varian baru Covid-19 Omicron yang sudah mulai melebar di Indonesia. Meskipun saat ini dia melihat Anteraja masih belum terdampak akibat virus varian baru tersebut, tetapi pelaku juga tetap siaga mengantisipasi apabila dampak omicron terjadi.

Berdasarkan catatan Anteraja, volume pengiriman Anteraja sudah mengalami peningkatan lebih dari 3 kali lipat jika dibandingkan dengan volume pengiriman pada 2020. Pada akhir tahun 2021 volume pengiriman Anteraja sudah mencapai 1 juta parsel per hari.

Saat ini Anteraja sudah memiliki lebih dari 700 layanan poin di 34 provinsi di Indonesia.

“Ke depan, kami akan terus fokus kepada pengembangan jaringan dan juga pengembangan kapasitas untuk menangkap peluang pasar dari Social Commerce dan Retail dengan menyiapkan program yang sesuai untuk para pelaku UMKM digital dan juga pengguna aplikasi Anteraja,” terangnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

logistik anteraja
Editor : Anggara Pernando

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top