Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Credit Suisse Sekuritisasi Aset Orang Kaya yang Terlilit Utang hingga Rp1,15 Triliun

Credit Suisse menjual US$80 juta atau sekitar Rp1,15 triliun surat utang yang berhubungan dengan US$2 miliar pinjaman klien kalangan ultra-high-net-worth yang memiliki harta kekayaan seperti jet, yacht, properti atau aset keuangan lainnya.
Nindya Aldila
Nindya Aldila - Bisnis.com 07 Februari 2022  |  10:27 WIB
Logi Credit Suisse - Bisnis
Logi Credit Suisse - Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA - Credit Suisse Group AG telah mengamankan portofolio pinjaman yang terkait dengan kapal pesiar dan jet pribadi yang dimiliki oleh kelompok elit dan para pengusaha untuk mengurangi risiko default.

Dilansir Bloomberg pada Senin (7/2/2022), pemberi pinjaman Swiss itu menjual US$80 juta atau sekitar Rp1,15 triliun (Rp14.400/dolar as) surat utang yang berhubungan dengan US$2 miliar pinjaman klien kalangan ultra-high-net-worth yang memiliki harta kekayaan seperti jet, yacht, properti atau aset keuangan lainnya, seperti dilaporkan Financial Times.

Credit Suisse harus menawarkan tingkat bunga lebih dari 11 persen untuk menarik hedge fund atas transaksi tersebut.

Hal itu dilakukan oleh unit bank yang sebelumnya terkena masalah terkait sanksi, kata FT. Credit Suisse menolak berkomentar terkait hal ini.

Bank tersebut telah mencatatkan 12 gagal bayar pada sejumlah pinjaman seperti perahi pesiar dan pesawat pada 2017 dan 2018. Sepertiganya berhubungan dengan penetapan sanksi kepada para oligarki asal Rusia.

Credit Suisse yang sudah sejak lama memberikan pinjaman untuk pembelian jet pribadi ini telah memperluas pinjamannya pada perahu pesiar sejak 2014 dengan outstanding pinjaman melebihi US$1 miliar pada tahun lalu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

credit suisse Sekuritisasi Aset

Sumber : Bloomberg

Editor : Hadijah Alaydrus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top