Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pemerintah Minta PLN dan IPP Gunakan Campuran Biomassa di PLTU

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) meminta PT PLN (Persero) dan pemilik pembangkit listrik swasta (independent power producer/IPP) melakukan co-firing dengan mencampurkan biomassa di pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) miliknya.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 19 Januari 2022  |  09:02 WIB
Ilustrasi. Suasana Kompleks PLTU Paiton di Probolinggo, Jawa Timur, Jumat (22/3/2019). - ANTARA/Widodo S Jusuf
Ilustrasi. Suasana Kompleks PLTU Paiton di Probolinggo, Jawa Timur, Jumat (22/3/2019). - ANTARA/Widodo S Jusuf

Bisnis.com, JAKARTA – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) meminta PT PLN (Persero) dan pemilik pembangkit listrik swasta (independent power producer/IPP) melakukan co-firing dengan mencampurkan biomassa di pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) miliknya.

Rida Mulyana, Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, mengatakan bahwa keberhasilan co-firing 5–10 persen sudah terbilang bagus. Pasalnya, hal tersebut tergantung kepada ketersediaan bahan baku.

“Intinya kami sudah berniat untuk tidak sepenuhnya mengandalkan batu bara, dan itu nanti pada saatnya akan menjadi bagian dari offset,” katanya, melalui keterangan resmi, dikutip Rabu (19/1/2022).

Dia menuturkan, pemerintah juga perlu mendata teknologi yang dimiliki oleh setiap unit PLTU agar program konversi batu bara ke biomassa atau co-firing berjalan baik.

“Kesuksesan Jepang melakukan uji coba, ada yang 100 persen konversi berhasil, ada yang 50 persen dikonversi juga berhasil, ada yang hanya 10 persen, itu sangat tergantung teknologi. Jadi, kami harus mendata dulu teknologi-teknologi yang dipunyai oleh masing-masing PLTU,” ujarnya.

Pemerintah sendiri meluncurkan program co-firing biomassa pada pembangkit listrik tenaga uap untuk menurunkan emisi karbon atau gas rumah kaca di sektor energi.

Bahan baku biomassa untuk program co-firing diambil dari limbah pertanian, industri pengolahan kayu, rumah tangga, serta tanaman energi yang dibudidayakan, sehingga bisa memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat.

Hingga Juni 2021, PLN telah melakukan implementasi co-firing pada 17 unit pembangkit listrik tenaga uap berbahan bakar batu bara.

Dari total 17 PLTU yang menggunakan biomassa secara komersial tersebut, sekitar 12 PLTU tersebar di Jawa dan lima lokasi lainnya di luar Jawa. Pembangkit-pembangkit itu dikelola dua anak usahanya PLN, yaitu PT Indonesia Power dan PT Pembangkitan Jawa Bali (PJB).

PLN menargetkan program co-firing dapat berjalan di 52 lokasi PLTU dengan kapasitas 10,6 gigawatt dan kebutuhan bahan baku biomassa sebanyak 9 juta ton per tahun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kementerian esdm pltu biomassa

Sumber : Antara

Editor : Lili Sunardi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

To top