Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Harga Minyak Goreng Masih Stabil Tinggi usai Pengumuman Penyaluran Subsidi

Harga minyak goreng masih stabil tinggi setelah pemerintah mengumumkan penyaluran minyak goreng bersubsidi seharga Rp14.000 per liter mulai pekan lalu.
Iim Fathimah Timorria
Iim Fathimah Timorria - Bisnis.com 17 Januari 2022  |  10:34 WIB
Sejumlah warga antre untuk membeli minyak goreng kemasan saat operasi pasar minyak goreng murah di Halaman Kantor Kecamatan Pamulang, Tangerang Selatan, Banten, Selasa (11/1/2022). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Sejumlah warga antre untuk membeli minyak goreng kemasan saat operasi pasar minyak goreng murah di Halaman Kantor Kecamatan Pamulang, Tangerang Selatan, Banten, Selasa (11/1/2022). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA – Harga minyak goreng masih stabil tinggi setelah pemerintah mengumumkan penyaluran minyak goreng bersubsidi seharga Rp14.000 per liter mulai pekan lalu.

Data Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok Kementerian Perdagangan (SP2KP) memperlihatkan harga rata-rata minyak goreng curah pada Jumat (14/1/2022) ditutup di kisaran Rp18.100 per liter, naik 0,56 persen dibandingkan dengan harga sehari sebelumnya, yakni Rp18.000 per liter.

Adapun, harga minyak goreng kemasan sederhana naik 1,07 persen dari Rp18.700 per liter menjadi Ro18.900 per liter pada hari yang sama.

Sebelumnya, Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi menyatakan akan memulai operasi pasar minyak goreng bersubsidi mulai pekan lalu. Pasokan minyak goreng yang dibanderol Rp14.000 per liter dalam kemasan sederhana akan disalurkan ke pasar tradisional dan toko ritel modern.

“Kami akan mulai minggu ini ke semua pasar, terutama 216 pasar yang dipantau Kemendag. Ritel modern semua dapat untuk kemasan sederhana,” kata Lutfi usai Launching Holding BUMN Pangan di Jakarta, Rabu (12/1/2022).

Lutfi mengatakan bahwa akuntabilitas dalam penyaluran minyak goreng bersubsidi perlu dipastikan, karena anggaran dan volume yang besar. Kementerian Perdagangan juga mengantisipasi potensi praktik pengumpulan minyak goreng bersubsidi untuk kemudian diekspor.

“Kami tidak mau kemasan sederhana ini nanti dipotong, dikumpulkan, terus dijual untuk ekspor. Kami mau ini untuk rakyat dari rakyat Indonesia,” katanya.

Lutfi menuturkan, proses distribusi minyak goreng murah tidak hanya akan melibatkan BUMN, tetapi juga perusahaan swasta. Setidaknya akan ada 70 produsen minyak goreng dan sekitar 200 pengemas yang dilibatkan.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kemendag minyak goreng
Editor : Lili Sunardi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper
To top