Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Jika Harga Tak Turun, Kemendag Siap Tambah Volume Minyak Goreng Subsidi

Pemerintah menyiapkan 1,2 miliar liter minyak goreng kemasan sederhana yang dijual dengan harga Rp14.000 per liter untuk 6 bulan pertama 2022.
Iim Fathimah Timorria
Iim Fathimah Timorria - Bisnis.com 12 Januari 2022  |  14:21 WIB
Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi di sela-sela gelaran World Expo 2020 Dubai. - Bisnis/Gajah Kusumo
Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi di sela-sela gelaran World Expo 2020 Dubai. - Bisnis/Gajah Kusumo

Bisnis.com, JAKARTA – Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi mengatakan pemerintah siap menambah volume minyak goreng subsidi jika harga di pasaran tak kunjung stabil setelah operasi pasar selama enam bulan ke depan. 

Sebagaimana diketahui, pemerintah menyiapkan 1,2 miliar liter minyak goreng kemasan sederhana yang dijual dengan harga Rp14.000 per liter untuk 6 bulan pertama 2022. Minyak goreng ini dijual di bawah harga rata-rata pasaran yang menembus Rp17.000 per liter dengan mekanisme subsidi yang diberikan ke produsen minyak goreng.

"Dengan volume 1,2 miliar liter itu kami prediksi harga akan jauh lebih melandai. Kalau tidak stabil, kami lanjutkan enam bulan kedua sehingga [volumenya] menjadi 2,4 miliar liter," kata Lutfi setelah hadir di peluncuran Holding BUMN Pangan di Jakarta, Rabu (12/1/2022).

Distribusi minyak goreng subsidi sendiri dia sebut akan dimulai pekan ini di seluruh Indonesia. Lutfi memastikan minyak goreng akan dijual di pasar tradisional dan juga ritel modern.

Lutfi mengatakan proses distribusi minyak goreng murah tidak hanya akan melibatkan BUMN, tetapi juga perusahaan swasta. Setidaknya akan ada 70 produsen minyak goreng yang dilibatkan dan sekitar 200 pengemas.

Dia juga mengemukakan akuntabilitas dalam penyaluran minyak goreng subsidi perlu dipastikan karena anggaran dan volume yang digelontorkan sangat besar. Kementerian Perdagangan mengantisipasi potensi praktik pengumpulan minyak goreng subsidi yang justru diekspor.

“Kita tidak mau kemasan sederhana ini nanti dipotong, dikumpulkan, terus dijual untuk ekspor. Kita mau ini untuk rakyat dari rakyat Indonesia,” katanya.

Data Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok Kementerian Perdagangan (SP2KP) memperlihatkan bahwa harga minyak goreng mengalami penurunan secara harian. Rata-rata harga minyak goreng curah terpantau turun 0,56 persen dari Rp18.000 per liter pada 10 Januari 2022 menjadi Rp17.900 per liter per 11 Januari 2022.

Penurunan juga terlihat pada minyak goreng kemasan sederhana yang turun 0,54 persen dari Rp18.600 per liter menjadi Rp18.500 per liter pada 11 Januari 2022.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

subsidi kemendag minyak goreng operasi pasar
Editor : Amanda Kusumawardhani

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper

BisnisRegional

To top