Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Evaluasi Nataru 2021/2022: Jumlah Penumpang Pesawat Naik 15 Persen

Pada periode nataru 2021/2022 ini jumlah penumpang mencapai 2.340.000 dibandingkan dengan tahun lalu sebesar 2.028.000.
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 04 Januari 2022  |  15:18 WIB
Sejumlah penumpang pesawat berjalan setibanya di Terminal 2 Kedatangan Domestik Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Minggu (2/1/2022). /Antara Foto-Fauzan - wsj
Sejumlah penumpang pesawat berjalan setibanya di Terminal 2 Kedatangan Domestik Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Minggu (2/1/2022). /Antara Foto-Fauzan - wsj

Bisnis.com, JAKARTA — PT Angkasa Pura II (persero) atau AP II mencatat pertumbuhan positif jumlah penumpang selama periode Natal dan Tahun Baru 2021/2022.

Direktur Utama AP II Muhammad Awaluddin mengatakan berbeda dengan penurunan pergerakan pesawat, jumlah penumpang pesawat tumbuh 15 persen dibandingkan periode sama tahun lalu. Pada periode nataru 2021/2022 ini jumlah penumpang mencapai 2.340.000 dibandingkan dengan tahun lalu sebesar 2.028.000.

"Puncak kepadatan terjadi pada h-6 dan h-2 saat arus balik menjelang 4 Januari 2022," ujarnya, Selasa (4/1/2022).

Dari data tersebut, khusus pergerakan penumpang internasional di Soekarno-Hatta mencapai 97.104 penumpang. Rinciannya penupang kedatangan sekitar 48.000 penumpang dan keberangkatan kenerangkatan sebanyak 49.000.

"Kami pun melihat adanya keseimbangan penumpang departure dan arrival. Untuk movement pesawat internasional teralisasi 1.484 pesawat," imbuhnya.

Awaluddin menjelaskan posko nataru di bandara AP II sudah dimulai dibuka sejak 17 Desember 2021 hingga 3 Januari 2022. Dia melaporkan adanya penurunan pergerakan pesawat sebesar 13 persen.

Pada periode nataru 2021/2022 pergerakan pesawat adalah sebesar 21.853 dibandingkan periode yang sama tahun lalu kurang lebih 25.240 pergerakan.

"Ini bisa kami perkirakan penurunan dari pergerakan pesawat adalah akibat berkurangnya jumlah pesawat operasi dari maskapai dan penggantian jenis pesawat yang lebih banyak mengoptimalkan penggunaan widebody," ujarnya.

Selain itu juga berkaitan dengan kebijakan ditadakannya ekstra flight atau penerbangan tambahan oleh Kemenhub. Namun di sisi lain penurunan pergerakan pesawat ini berarti dapat mengoptimalkan utilisasi pesawat mendekati rata-rata di atas 92 persen.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

transportasi angkasa pura ii Natal dan Tahun Baru
Editor : Muhammad Khadafi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper
To top