Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Berapa Proyeksi Harga Batu Bara 2022? Ini Pendapat Analis

Pengamat memperkirakan harga batu bara masih tetap menjanjikan pada tahun depan.
Rayful Mudassir
Rayful Mudassir - Bisnis.com 30 Desember 2021  |  14:52 WIB
Calon emiten tambang batu bara PT Prima Andalan Mandiri Tbk. akan go public dengan melakukan penawaran umum perdana saham (initial public offering - IPO).
Calon emiten tambang batu bara PT Prima Andalan Mandiri Tbk. akan go public dengan melakukan penawaran umum perdana saham (initial public offering - IPO).

Bisnis.com, JAKARTA – Harga komoditas batu bara diproyeksikan berada di kisaran US$120 – US$150 per metrik ton seiring dengan masih tingginya permintaan global terhadap bahan bakar fosil tersebut. 

Direktur Eksekutif Energy Watch Mamit Setiawan memperkirakan harga batu bara masih tetap menjanjikan pada tahun depan. Kondisi ini dipengaruhi kondisi musim dingin yang diperkirakan masih berlangsung selama beberapa bulan ke depan. 

“Perkiraan saya mungkin US$120 – US$150 paling tinggi untuk tahun depan,” katanya kepada Bisnis, Kamis (30/12/2021). 

Lebih lanjut, Mamit mengungkapkan pengaruh lainnya yang menyebabkan masih tingginya harga batu bara tahun depan adalah berlanjutnya ketegangan China – Australia. Hal ini menyebabkan terhentinya ekspor batu bara dari Australia ke China.

Kondisi tersebut menjadi angin segar bagi Indonesia. China sejak tahun lalu telah memperbesar permintaan batu bara dari Tanah Air. Hal ini diproyeksikan berlanjut pada tahun depan. 

Sementara itu, masifnya vaksinasi di seluruh dunia disebut menjadi salah satu faktor fundamental pertumbuhan ekonomi tahun depan. Mamit memproyeksi pergerakan ekonomi akan cukup kuat dan stabil pada 2022. 

“Sehingga harga komoditas akan tetap tinggi termasuk batu bara. Walaupun transisi energi terus berjalan, tetapi tidak mematahkan atau terlalu meruntuhkan harga batu bara,” katanya.

Menurutnya, faktor Omicron tidak terlalu meruntuhkan harga komoditas. Walaupun ada ketakutan tapi sejauh ini harga komoditas masih cukup tinggi karena permintaan masih cukup banyak. Industri juga masih cukup membutuhkan batu bara juga terus berjalan

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memproyeksikan rencana produksi komoditas batu bara berada di kisaran 637 juta ton - 664 juta ton. 

Direktur Pembinaan Program Mineral dan Batubara Ditjen Minerba Kementerian ESDM Sunindyo Suryo Herdadi memproyeksikan kebutuhan domestik komoditas batubara diestimasikan mencapai 190 juta ton. 

“Sehingga rentang produksi untuk tahun depan saat ini memang sedang finalisasi tapi rentangnya itu sekitar 637 juta ton sampai tertinggi 664 juta ton,” katanya saat konferensi pers, Selasa (21/12/2021). 

Dia menyebutkan bahwa proyeksi ini keluar setelah kementerian meminta pendapat para stakeholder termasuk para pelaku usaha di sektor pertambangan batu bara. 

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kementerian esdm harga batu bara
Editor : Amanda Kusumawardhani

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper
To top