Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Dukung Kawasan Industri Nikel, Menteri PUPR Minta Konstruksi Jalan Morosi-Lasolo Dipercepat

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono meminta percepatan konstruksi Jalan Morosi–Lasolo untuk mendukung kawasan industri nikel di Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 29 Desember 2021  |  10:40 WIB
Pembangunan Jalan Morosi-Lasolo dalam rangka mendukung kawasan industri nikel di Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara. - ANTARA
Pembangunan Jalan Morosi-Lasolo dalam rangka mendukung kawasan industri nikel di Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara. - ANTARA

Bisnis.com, JAKARTA – Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono meminta percepatan konstruksi Jalan Morosi–Lasolo untuk mendukung kawasan industri nikel di Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara.

“Saya ingin pembangunan Jalan Morosi–Lasolo bisa dipercepat penyelesaiannya, karena jalan poros ini memberikan manfaat yang sangat besar,” kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dalam keterangan tertulis, Rabu (29/12/2021).

Menteri Basuki mengatakan, pembangunan Jalan Morosi sepanjang 17 kilometer dilakukan untuk meningkatkan konektivitas dari Konawe ke Konawe Utara, dan mendukung pengembangan kawasan industri nikel di Konawe.

Pembangunan jalan tersebut dimulai pada 2020 sepanjang 4,5 kilometer. Pada tahun anggaran 2021–2022 dilanjutkan pembangunan jalan sepanjang 16,9 kilometer yang meliputi rekonstruksi jalan sepanjang 3,2 kilometer, pelebaran jalan 13,7 kilometer, pelebaran jembatan 20,6 meter, pemeliharan rutin jalan 4,5 kilometer, dan pemeliharaan jembatan 134,8 meter.

Progres penanganan fisik Jalan Morosi untuk tahun anggaran 2021–2022 mencapai 18,6 persen.

Pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan memiliki tujuan untuk memangkas biaya logistik, sehingga daya saing produk Indonesia meningkat. Untuk itu, penyelesaian pekerjaan tersebut harus dipercepat dengan tetap menjalankan protokol kesehatan yang ketat.

“Akses jalan yang semakin baik juga akan menunjang perekonomian masyarakat di kawasan sekitar,” kata Menteri Basuki.

Penyelesaian Jalan Morosi juga diharapkan nantinya dapat memberikan dampak positif bagi peningkatan ekonomi masyarakat setempat lewat pemerataan pembangunan dengan membuka peluang-peluang usaha, seperti membuka warung, restoran, dan usaha-usaha ekonomi baru.

Dengan adanya jalan poros tersebut, kondisi jalan dalam kota juga bisa lebih awet, karena kendaraan besar memiliki jalur alternatif, sehingga pada akhirnya diharapkan juga akan menekan angka kecelakaan lalu lintas di jalur tersebut.

“Sekali lagi tolong dipercepat, langgamnya rock on roll, jangan keroncong. Akan tetapi jangan korbankan kualitas beton, karena pasti nanti di sini akan banyak ODOL [Over Dimension dan Over Loading],” ujar Menteri Basuki.

Pembangunan Jalan Morosi menggunakan APBN senilai Rp139,9 miliar dikerjakan oleh kontraktor PT Yasa Patria Perkasa-PT Gangking Raya (KSO). Sesuai kontrak, ditargetkan serah terima sementara pekerjaan atau provisional hand over (PHO) konstruksi Jalan Morosi pada Desember 2022.

Sementara itu, Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sulawesi Tenggara Yohanis Tulak Todingrara mengatakan, untuk mempercepat penanganan Jalan Morosi disiapkan penambahan tenaga kerja, dan penambahan jam kerja menjadi 3 shift.

Kemudian juga menambah jumlah alat seperti truck mixer dari semula 6 unit menjadi 9 unit, mengerjakan pekerjaan secara paralel dan simultan, serta menambah batching plant dengan kualitas yang lebih mantap.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jalan Kementerian PUPR

Sumber : Antara

Editor : Lili Sunardi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper
To top