Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pembiayaan dan Transformasi Digital Pebisnis Kecil

Hingga saat ini, jumlah UKM juga terus berkembang, sekaligus berbanding lurus dengan sumber pembiayaan yang bisa dimanfaatkan Anda yang ingin bergelut di bisnis usaha kecil ini.
Mia Chitra Dinisari
Mia Chitra Dinisari - Bisnis.com 17 Desember 2021  |  15:00 WIB
Pembiayaan dan Transformasi Digital Pebisnis Kecil
UKM
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) disebutkan telah berkontribusi sebesar 61,07% dari PDB atau senilai lebih dari Rp8,5 triliun.

Hingga saat ini, jumlah UKM juga terus berkembang, sekaligus berbanding lurus dengan sumber pembiayaan yang bisa dimanfaatkan Anda yang ingin bergelut di bisnis usaha kecil ini.

Mulai dari perbankan, multifinance dan fintech berlomba-lomba dalam memberikan pembiayaan ke sektor yang satu ini.

Sebut saja, Asuransi Kredit Indonesia atau Askrindo, perusahaan asuransi penjamin pinjaman bank kepada UMKM. Bahkan, kini mereka menawarkan pembiayaan secara digital untuk memudahkan para pebisnis UKM.

"Sebagai salah satu sektor yang mempengaruhi perekonomian tanah air, penting bagi Askrindo untuk beradaptasi terus bersama pasar. Salah satunya adalah bertransformasi menjadi digital." kata Djoko Setiono, Senior Executive Vice President, Askrindo dalam keterangan tertulisnya.

Trasnformasi secara digital dilakukan dengan meningkatkan kemampuan Data Center untuk mengatasi tantangan yang dihadapi sebelumnya. Cisco dipilih sebagai solusi yang tepat untuk mempercepat adopsi layanan digital.

"Inisiatif transformasi perlu dilakukan untuk mendorong perubahan. Pada saat itu, kami berkonsultasi dengan Mastersystem. Mastersystem menyediakan solusi komprehensif menggunakan Cisco karena Cisco didukung dengan implementasi dan solusi end-to-end sehingga kami percaya ini dapat mendukung transformasi kami dengan baik. Kini kami tak perlu khawatir lagi jika terjadi gangguan, karena akses ke Data Center sudah terjamin." Pungkas Djoko Setiono.

Mastersystem sebagai perusahaan System Integrator terdepan di Indonesia menganalisa dan memberikan rekomendasi sesuai kebutuhan Askrindo dalam rangka mempercepat layanannya. Direktur Mastersystem, Thio Eng Hok, menyebut bahwa Askrindo memiliki potensi luar biasa jika bisa memaksimalkan performance khususnya di sisi teknologinya.

“Kami melihat adanya potensi bisnis yang luar biasa bila Askrindo dapat memodernisasi infrastruktur yang digunakan saat ini untuk mendukung beban kerja yang lebih dinamis. Kami menyarankan Askrindo menggunakan teknologi Cisco Hyperflex dan Cisco ACI sebagai solusi yang agile dan support otomatisasi IT Askrindo.” ucap Thio Eng Hok, Director, Mastersystem Infotama.

Cisco Application Centric Infrastructure (ACI) dikerahkan untuk memodernisasi dan membuat proses active Data Center berjalan dengan mulus, serta memastikan kemampuan monitoring dan problem solving yang komprehensif bagi tim IT Askrindo. Selain itu, Cisco Hyperflex Edge menyediakan infrastruktur yang sangat mumpuni untuk menyediakan rumah untuk aplikasi secara instant.

Modernisasi perangkat yang seamless dan high availability, telah meningkatkan IT SLA dan mempermudah IT Operation Askrindo. Transformasi digital ini semakin mendorong Askrindo untuk terus berkontribusi bagi perekonomian negara dengan memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh UMKM dan pelanggannya.

Sementara itu, PT Bank Oke Indonesia Tbk atau biasa disebut OK Bank. Hal ini dibuktikan dengan dukungan yang diberikan untuk pertumbuhan UMKM di Indonesia melalui sejumlah produk perbankan yang ditawarkan.

“Dukungan yang diberikan OK Bank ke pelaku UMKM antara lain penyaluran dan penghimpunan dana. Di OK Bank sendiri penyaluran dana atau kredit UMKM per september 2021 mencapai 33.78% dari total portofolio kredit Bank, dan di atas minimal ketentuan pemerintah yaitu 20%. Kami percaya, bahwa UMKM punya potensi besar untuk membawa ekonomi Indonesia menjadi lebih besar kedepannya.” kata Hendra Lie selaku Wakil Direktur Utama.

Dalam hal penghimpunan dana, OK Bank menyediakan produk untuk mengelola dana operasional para pelaku UMKM yang mudah di akses dan fleksibel, salah satunya OK! Tabungan Bisnis dimana OK Bank menawarkan bunga yang menarik sampai dengan 4.00%.

Pelaku UMKM dapat mengakses produk OK! Tabungan Bisnis dari OK Bank dengan saldo awal pembukaan rekening minimum Rp 10.000.000 (sepuluh juta rupiah) dan akan mendapatkan bunga sebesar 4.00% dengan saldo rekening di atas Rp 100.000.000 (seratus juta rupiah). Pelaku UMKM dapat melakukan transaksi melalui mobile banking atau internet banking, mesin ATM, ataupun melalui teller di cabang terdekat.

Ke depannya OK Bank akan terus mendukung pertumbuhan UMKM di Indonesia terlebih saat pandemi Covid-19 dengan tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian untuk memitigasi risiko yang timbul. UMKM diharapkan dapat menjadi tulang punggung ekonomi di masa mendatang. Maka hingga saat ini, OK Bank tengah berencana meluncurkan layanan inovasi perbankan yang baru bagi masyarakat Indonesia. 

Sementara itu, Danone Indonesia melalui PT Sarihusada Generasi Mahardhika (Sarihusada) bersama Kampus Bisnis Umar Usman menggelar program pendampingan UMKM dari Damping Indonesia periode tahun 2021.

“Kegiatan ini juga menjadi wadah untuk mengumpulkan alumni program Damping Indonesia, untuk berbagi inspirasi, ilmu dan pengalaman dengan para pegiat usaha lainnya”, ungkap Rendika, Kordinator Program Damping Indonesia.

Sustainable Development Director Danone Indonesia, Karyanto Wibowo, berharap Program Damping ini dapat membantu UMKM mencapai potensi terbaik mereka, agar lebih maju, modern, dan inovatif serta membantu perekonomian di Indonesia.

Menteri Koperasi dan UMKM, Teten Masduki turut menghadiri secara online sekaligus meresmikan platfom website Damping Indonesia yang siap untuk digunakan dan dimanfaatkan oleh para UMKM di Indonesia.

Website Damping dilengkapi berbagai fitur untuk memenuhi akses informasi terkini dan kebutuhan layanan bisnis lainnya. Diharapkan dengan adanya platform Damping ini, akan semakin banyak UMKM yang bertransformasi, Go Digital. Para UMKM bisa mendapatkan berbagai kemudahan dengan layanan yang disediakan. Melalui website tersebut, masyarakat juga bisa melihat berbagai macam hasil produk binaan Damping Indonesia, serta menjadi katalog promosi produk UMKM dalam negeri.

Mas Mono, Pengusaha Kuliner Indonesia menyampaikan, bahwa UMKM tidak boleh takut gagal, nikmati prosesnya, nikmati hasilnya, banyak bersyukur, dan perbanyak sinergi karena sinergi adalah energy. Yuk bakar semangat, mulai bisnis itu gampang, namun mempertahankannya yang butuh perjuangan.

Damping dalam hal ini menjadi sebuah program dari Danone Indonesia dan Kampus Bisnis Umar Usman yang telah mendampingi lebih dari 4000 pelaku UMKM di seluruh Indonesia. Kedepannya, Damping Indonesia akan terus berkontribusi untuk mendorong kemajuan UMKM dan perekonomian Indonesia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ukm digital
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top