Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Iklim Invesasi Migas di Indonesia Kalah Saing dari Negara Lain

Bertambahnya daftar perusahaan migas internasional yang keluar dari Indonesia menjadi sebuah penegasan bahwa kompetisi untuk mendapatkan investasi hulu migas di tingkat regional maupun global semakin ketat.
Muhammad Ridwan
Muhammad Ridwan - Bisnis.com 09 Desember 2021  |  22:35 WIB
Iklim Invesasi Migas di Indonesia Kalah Saing dari Negara Lain
Platform migas lepas pantai. - SKK Migas
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — Keluarnya perusahaan minyak dan gas bumi (migas) internasional skala besar dari Indonesia mengindikasikan bahwa iklim investasi di dalam negeri kalah saing dengan sejumlah negara-negara penghasil energi fosil lainnya.

Pendiri Reforminer Institute Pri Agung Rakhmanto mengatakan bertambahnya daftar perusahaan migas internasional yang keluar dari Indonesia menjadi sebuah penegasan bahwa kompetisi untuk mendapatkan investasi hulu migas di tingkat regional maupun global semakin ketat.

Dia menuturkan, sudah lebih dari satu dekade kebelakang iklim investasi hulu migas Indonesia relatif kalah kompetitif jika dibandingkan dengan negara-negara lain dalam menarik investasi-investasi skala besar dari para perusahaan migas besar internasional.

"Ditinggalkan tidak selalu karena tidak ekonomis, tetapi karena kalah kompetitif dengan portofolio investasi dan opportunities investasi para IOC majors itu di tempat lain," ujarnya kepada Bisnis, Kamis (9/12/2021).

Sebelumnya, PT Medco Energi Internasional Tbk. telah menandatangani kesepakatan untuk mengakuisisi seluruh saham yang diterbitkan ConocoPhillips Indonesia Holding Ltd. (CIHL) dari Phillips International Investment Inc., yang merupakan anak perusahaan dari ConocoPhillips.

CIHL memegang 100 persen saham di ConocoPhillips (Grissik) Ltd. (CPGL) dan 35 persen saham di Transasia Pipeline Company Pvt. Ltd. CPGL adalah Operator dari Corridor PSC dengan kepemilikan 54 persen working interest.

Corridor PSC memiliki dua lapangan produksi minyak dan tujuh lapangan produksi gas berlokasi di onshore Sumatera Selatan, Indonesia.

Transaksi tersebut diharapkan selesai pada kuartal I/2022, dengan mengikuti persyaratan yang berlaku umum serta persetujuan para pemegang saham di rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) yang akan diadakan sesuai jadwal.

Direktur Utama Medco Energi Internasional Hilmi Panigoro mengatakan akuisisi Corridor sesuai dengan strategi yakni memiliki dan mengembangkan aset berkualitas tinggi serta menghasilkan arus kas positif.

"Akuisisi ini akan memperkuat posisi MedcoEnergi sebagai perusahaan energi dan sumber daya alam independen terkemuka di Indonesia dan memperkuat komitmen kami dalam pembangunan nasional," ungkapnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

energi migas medco conocophillips
Editor : Muhammad Khadafi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top