Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pinhome Sebut Banyak Milenial Beli Rumah saat Pandemi, Ini Datanya

Sebagian besar pembeli hunian di Pinhome masih didominasi millenial di rentang usia 25 tahun 39 tahun.
Yanita Petriella
Yanita Petriella - Bisnis.com 26 November 2021  |  09:24 WIB
Pengunjung mencari informasi di stan Bank BTN pada pameran Indonesia Properti Expo (IPEX) 2020 di JCC Senayan, Jakarta, Sabtu (15/2/2020). Bisnis - Himawan L Nugraha
Pengunjung mencari informasi di stan Bank BTN pada pameran Indonesia Properti Expo (IPEX) 2020 di JCC Senayan, Jakarta, Sabtu (15/2/2020). Bisnis - Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA – Pandemi Covid-19 tak menyurutkan pembelian properti oleh kalangan milenial. Terlebih, adanya sejumlah insentif yang diberikan oleh pemerintah baik DP 0 persen, bunga rendah, dan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) Ditanggung Pemerintah (DTP). 

CEO-Founder Pinhome Dayu Dara Permata mengatakan tak memungkiri insentif yang diberikan pemerintah berdampak kenaikan pada permintaan properti khususnya hunian rumah tapak primary

"Insentif dari pemerintah ini mendorong masyarakat untuk membeli rumah. Terlebih saat ini rumah menjadi kebutuhan utama," ujarnya saat menjawab pertanyaan Bisnis, Kamis (25/11/2021). 

Pinhome memiliki jumlah listing properti yang merata antara primary dan sekunder. Tetapi, animo masyarakat memang sangat tinggi di properti baru, terlebih untuk kalangan first home buyer berada di hunian primary. 

First home buyer, lanjutnya, lebih menyukai properti primary karena fasad dan desain kekinian yang dibuat oleh pengembang. Selain itu, properti primary lebih disukai karena banyak pilihan cara pembayaran. 

Dara mencontohkan untuk properti primary bisa dilakukan cicilan pembayaran DP (Down Payment) 36 kali sambil menunggu rumah itu selesai dibangun. 

"Pengembang saat ini inovatif dengan rumah yang sangat modern dan kekinian. Kalau properti baru dan kita sudah percaya dengan developer maka akan sesuai yang dibangun dengan rancangannya. Terkait dengan cara bayar kalau sekunder itu cash atau KPR. Kalau KPR dari DP ke angsuran jedanya sebentar. Kalai rumah primary itu DPnya bisa bermacam-macam dan bisa dicicil," tuturnya. 

Dara membeberkan unit primary termahal yang pernah ditransaksikan senilai Rp51,2 miliar, sedangkan unit sekunder termahal yang pernah ditransaksikan senilai Rp14,5 miliar. 

"Selama 12 bulan, properti yang ditransaksikan mencapai triliunan dari website dan aplikasi Pinhome," katanya. 

Adapun mayoritas atau sebesar 80 persen pencari dan pembeli properti di Pinhome memilih properti primary ketimbang sekunder. Meskipun demikian, Pinhome akan terus berupaya agar properti sekunder ini tetap diminati untuk menjaga kondisi pasar. 

"Sebagian besar pembeli hunian di Pinhome masih didominasi millenial di rentang usia 25 tahun 39 tahun. Untuk lokasinya paling banyak yang diminati Bodetabek khususnya kabupaten Jawa Barat dan kabupaten Tangerang. Kalau Jakarta yang lebih diminati apartemen primer. Jadi Jawa Barat ini merupakan daerah penjualan terbanyak," terangnya. 

Dara mengungkapkan KPR menjadi primadona untuk milenial dalam membeli rumah idaman. Berdasarkan data Pinhome, sebesar 78 persen pembayaran dilakukan metode KPR bank, 12 persen menggunakan metode tunai, dan 9 persen mengunakan KPR multifinance. 

Menurut Dara, sektor properti akan terus tumbuh secara signifikan. Terlebih, untuk properti di kabupaten daerah masih banyak dicari karena keterjangkauan harga. Karena itu, teknologi dan digitalisasi adalah masa depan industri properti.  


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

rumah tapak rumah milenial
Editor : Amanda Kusumawardhani

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper

BisnisRegional

To top