Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

GMR Airports Dinilai Tepat Kembangkan Bandara Kualanamu

GMR Airports dinilai bisa diandalkan untuk mengembangkan Bandara Kualanamu sebagai hub wilayah barat Indonesia.
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 24 November 2021  |  18:29 WIB
Bandara Kualanamu - Antara/Irsan Mulyadi
Bandara Kualanamu - Antara/Irsan Mulyadi

Bisnis.com, JAKARTA - GMR Airports dinilai bisa diandalkan untuk mengembangkan Bandara Kualanamu menjadi hub di wilayah Barat Indonesia, bersama dengan PT Angkasa Pura II (Persero) atau AP II.

Pemerhati penerbangan dari Jaringan Penerbangan Indonesia (Japri) Gerry Soedjatman berpendapat sejauh ini rekam jejak GMR Airports cukup bagus. Tercatat ada dua proyek mereka yang cukup menonjol yakni New Delhi’s Indira Gandhi International Airport dan Mactan Cebu International Airport.

Dia berpendapat AP II membutuhkan dorongan peningkatan pelayanannya yang hanya bisa didapatkan melalui kemitraan strategis atau dengan membayar mereka sebagai konsultan transformasi.

"GMR punya pengalaman bagus dalam transformasi sebuah bandara biasa yang dikelola BUMN menjadi bandara yang meningkat kualitas pelayanannya," ujarnya, Rabu (24/11/2021).

Pengembangan Bandara Kualanamu, jelas Gerry, dapat difokuskan kepada pembangunan dan pengembangan strategi bagimana Kualanamu bisa menjadi hub utama Sumatera, serta memperbesar posisi Kualanamu sebagai pintu gerbang.

Namun, tentunya juga terdapat tantangan dalam transformasi bandara berkode KNO tersebut. Hal ini dikarenakan masih terdapat dua hub bandara lain yang berdekatan yakni di Kuala Lumpur dan Singapura.

Namun demikian, posisi Kualanamu masih lebih strategis dibandingkan dengan kedua hub tersebut. GMR bisa menjadi faktor pendorong besar bagi maskapai-maskapai Indonesia dan India untuk memilih dan mencoba membangun rute -rute melalui Bandara Kualanamu.

Kendati telah terpilih sebagai mitra strategis AP II, Gerry juga menyebutkan penunjukan ini masih berjalan panjang. Kontrak kerja sama masih harus diselesaikan sebelum bisa memulai perusahaan patungan.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bandara
Editor : Rio Sandy Pradana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper

BisnisRegional

To top