Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PMI Manufaktur Melonjak, Industri Tekstil Mulai Bergairah

Industri TPT saat ini sudah kembali mempekerjakan karyawan yang sempat dirumahkan akibat tekanan pandemi tahun lalu. 
Nyoman Ary Wahyudi
Nyoman Ary Wahyudi - Bisnis.com 02 November 2021  |  06:35 WIB
Pedagang merapikan kain di salah satu gerai di Pasar Tanah Abang, Jakarta, Selasa (8/12/2020).  - Bisnis.com/Himawan L Nugraha
Pedagang merapikan kain di salah satu gerai di Pasar Tanah Abang, Jakarta, Selasa (8/12/2020). - Bisnis.com/Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA — Utilisasi industri tekstil dan produk tekstil atau TPT dalam negeri menunjukkan kinerja yang positif menjelang akhir 2021. Utilisasi industri itu berada di posisi 80 hingga 85 persen pada awal kuartal IV/2021.

Sekretaris Jenderal Asosiasi Produsen Serat dan Benang Filamen Indonesia (APSyFI) Redma Gita Wirawasta mengatakan industri TPT saat ini sudah kembali mempekerjakan karyawan yang sempat dirumahkan akibat tekanan pandemi tahun lalu. 

“Penyerapan tenaga kerja baru belum ada, banyak perusahaan sudah kembali mempekerjakan karyawan yang sebelumnya dirumahkan,” kata Redma melalui pesan WhatsApp, Senin (1/11/2021). 

Kendati demikian, Redma menerangkan industri TPT belum memasuki fase ekspansif. Menurut dia, industri masih berfokus meningkatkan utilisasi menjelang akhir tahun ini. 

“Kalau dari hulu 95 persen karyawan sudah mulai bekerja lagi. Karena PPKM kemarin kan kita turunkan sekitar 50 persen,” tuturnya. 

Seperti diberitakan sebelumnya, Purchasing Managers's Index (PMI) manufaktur Indonesia pada Oktober 2021 tercatat naik ke level 57,2 dari September 2021 sebesar 52,2.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menggarisbawahi performa tersebut merupakan hasil sinergi antara pemerintah dengan seluruh pemangku kepentingan terkait upaya pemulihan ekonomi. 

"Artinya, kebijakan yang ditempuh dalam pengembangan industri di masa pandemi ini sudah berada di jalur yang benar, misalnya pemberian insentif fiskal dan nonfiskal yang dapat meningkatkan permintaan dan mengembalikan utilisasi," kata Agus dalam keterangannya, Senin (1/11/2021).

Agus juga meyakini kondisi industri manufaktur yang ekspansif dapat dipertahankan bahkan ditingkatkan karena pelau telah memacu produktivitasnya. Hal itu juga diperkuat dengan kondisi kesehatan masyarakat yang semakin kondusif.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Industri Tekstil pmi purchasing manager index indeks manufaktur
Editor : Amanda Kusumawardhani

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper
To top