Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Optimisme Makin Solid, Kinerja Perekonomian Diproyeksikan Terus Moncer

Meskipun sempat 'dihajar' penyebaran varian delta Covid-19, kinerja ekonomi mampu pulih dengan baik sejak kuartal II/2021 dan berlanjut hingga saat ini.
Wibi Pangestu Pratama
Wibi Pangestu Pratama - Bisnis.com 28 Oktober 2021  |  20:11 WIB
Suasana deretan gedung bertingkat di Jakarta, Selasa (23/3/2021). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Suasana deretan gedung bertingkat di Jakarta, Selasa (23/3/2021). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA — Optimisme kian terbentuk setelah kinerja perekonomian terus membaik, sehingga pemerintah meningkatkan proyeksi pertumbuhan ekonomi 2021 menjadi 4,5 persen dari sebelumnya 4,3 persen. Target tinggi pun dipatok pada tahun depan.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan bahwa kinerja perekonomian kuartal III/2021 cukup positif. Meskipun sempat 'dihajar' penyebaran varian delta Covid-19, kinerja ekonomi mampu pulih dengan baik sejak kuartal II/2021 dan berlanjut hingga saat ini.

Dia pun menjelaskan bahwa daya beli masyarakat dan geliat perekonomian di daerah semakin baik. Hal tersebut membuat pemerintah memiliki optimisme pemulihan ekonomi dapat terus berlanjut, bahkan hingga tahun depan.

"Kami cukup positif akan kinerja kuartal III/2021, ada tren perbaikan sejak kuartal II/2021. Untuk akhir tahun ini kami optimistis [pertumbuhan ekonomi] bisa 4,5 persen, tahun depan kami targetkan 5,5 persen," ujar Airlangga dalam wawancara khusus bersama Bisnis, Kamis (28/10/2021).

Menurutnya, fondasi pemulihan ekonomi pada paruh kedua tahun ini adalah pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) dan vaksinasi Covid-19. Airlangga menyebut itu sebagai mekanisme gas dan rem, yakni menyeimbangkan penanganan ekonomi dengan aktivitas masyarakat.

Airlangga menyebut kebijakan PPKM berhasil kinerja perekonomian Indonesia tidak terperosok terlalu dalam pada tahun lalu. Bahkan, saat varian delta menyebar, Indonesia masih mampu mencatatkan pertumbuhan ekonomi hingga 7 persen pada kuartal II/2021.

"Kuartal III/2021 walaupun kita menerapkan PPKM yang ketat ekspor tetap jalan, manufaktur tetap baik. Surplus perdagangan terus terjadi, cadangan devisa bisa mencapai US$140 miliar, dan kita terbantu oleh super cycle commodity," ujarnya.

Proses vaksinasi berjalan melalui sentra-sentra vaksin yang disediakan baik oleh pemerintah maupun swasta. Hingga Kamis (28/10/2021) vaksinasi dosis pertama telah selesai untuk 116,6 juta orang (56 persen dari target 208,26 juta orang) dan dosis kedua kepada 71,09 juta orang (34,14 persen dari target).

Airlangga sendiri menargetkan pada akhir tahun ini vaksinasi dosis pertama dapat mencapai 80 persen dari target dan dosis kedua 50 persen dari target. Artinya, dalam sisa dua bulan harus terdapat vaksinasi dosis pertama untuk 49,9 juta orang dan dosis kedua untuk 33,03 juta orang.

"Dengan situasi saat ini berarti kita bersiap-siap untuk menggeser pandemi ke endemi. Namun, syaratnya konservatif, vaksinasi dosis pertama harus 80 persen, dosis kedua 50 persen, itu kami kejar akhir tahun ini," ujarnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Pertumbuhan Ekonomi
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper

BisnisRegional

To top