Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Holding Jasa Survei Dibentuk, Begini Strategi Bisnis Sucofindo

Holding jasa survei akan diisi oleh tiga BUMN yakni PT Biro Klasifikasi Indonesia (BKI), PT Sucofindo dan PT Surveyor Indonesia (SI).
Rayful Mudassir
Rayful Mudassir - Bisnis.com 22 Oktober 2021  |  20:27 WIB
Ilustrasi kegiatan Sucofindo. / Sucofindo
Ilustrasi kegiatan Sucofindo. / Sucofindo

Bisnis.com, JAKARTA – Peresmian Holding bumn bidang Jasa Survei tinggal menunggu waktu. PT Sucofindo (persero) sebagai salah satu perusahaan di holding tersebut akan berfokus pada sektor pertambangan, laboratorium hingga sertifikasi produk halal. 

Holding jasa survei nantinya diisi oleh tiga BUMN yakni PT Biro Klasifikasi Indonesia (BKI), PT Sucofindo dan PT Surveyor Indonesia (SI).

Direktur Utama PT Sucofindo Mas Wigrantoro Roes Setiyadi mengatakan bahwa perusahaan akan menjalankan bisnis dengan inovasi dan kolaboborasi. Pihaknya akan mengembangkan bisnis lama dengan dilengkapi sistem teknologi informasi. 

Selain itu, perusahaan bakal menggeber bisnis baru baik yang berkisar pada jasa inti, maupun jasa lainnya berbasis IT. Langkah ini diambil sebagai upaya pendalaman dan perluasan bisnis. 

“Kami berbisnis seperti biasa, hanya kemudian masing-masing punya fokus. Sucofindo di mining kemudian laporatorium dan sertifikasi halal,” katanya kepada Bisnis usai perayaan HUT PT Sucofindo ke - 65 di Jakarta, Jumat (22/10/2021). 

Selain itu, PT BKI akan bergerak pada sektor enginering dan trasportasi. Sedangkan PT SI berfokus pada program peningkatan penggunaan produk dalam negeri (P3DN) melalui penerapan capaian tngkat komponen dalam negeri (TKDN).

“Kami bertanggung jawab untuk pertambangan yang dengan kata lain kita mengurangi illegal mining,” terangnya. 

Sementara itu pada kuartal III/2021, perusahaan mencatatkan realisasi pendapatan 95 persen dari target. 

Hal ini dipengaruhi oleh adanya biaya yang harus dikeluarkan untuk penanganan Covid-19 serta dampak kasus asuransi Jiwasraya. Kondisi tersebut mempengaruhi profitabilitas perusahaan. Pun demikian, dia menyebut revenue yang dicatatkan perusahaan masih terbilang cukup baik.

Pada kesempatan yang sama, Direktur PT Surveyor Indonesia Haris Witjaksono mengatakan perusahaan jasa survei plat merah akan terkonsolidasi dalam sebuah holding jasa survei. 

Keputusan ini dinilai bukan sesuatu yang dapat ditawar. Dia meyakini holding ini akan menciptakan energi bersama untuk menjadi lima pemain terbesar di Asia Pasific. 

“Kita akan mampu menjalaninya. Kolaborasi antara Sucofindo dan Surveyor Indonesia sudah berjalan,” terangnya. 

Setali tiga uang, Direktur Utama PT Biro Klasifikasi Indonesia Rudiyanto memaparkan bahwa ketiga perusahaan telah menyepakati pembagian sektor saat koordinasi bersama di Yogyakarta beberapa waktu lalu. 

“Penugasan holding ini ada tiga fokus. Penguatan di green ecosystem ke BKI. Kedua, melaksanakan upaya TKDN diberikan ke Surveyor Indonesia dan Sucofindo bagaimana kita bisa membuat tata kelola yang baik dalam usaha pertambanga,” sebutnya. 

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sucofindo holding bumn
Editor : Amanda Kusumawardhani

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper
To top