Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Stasiun Walini Dicoret dari Proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung

Sebelumnya, Stasiun Walini digadang-gadang akan menjadi daerah Transit Oriented Development (TOD) untuk KCJB yang pembangunannya ditargetkan selesai pada akhir 2022.
Rahmi Yati
Rahmi Yati - Bisnis.com 21 Oktober 2021  |  13:48 WIB
Foto udara proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) di salah satu tunnel atau terowongan di kawasan Tol Purbaleunyi KM 125, Cibeber, Cimahi Selatan, Jawa Barat, Kamis (2/4/2020). Bisnis - Rachman
Foto udara proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) di salah satu tunnel atau terowongan di kawasan Tol Purbaleunyi KM 125, Cibeber, Cimahi Selatan, Jawa Barat, Kamis (2/4/2020). Bisnis - Rachman

Bisnis.com, JAKARTA — PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) memutuskan untuk tidak mengikutsertakan Stasiun Walini yang berlokasi Cikalong Wetan, Bandung Barat dari pengerjaan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung (KCJB).

Sekretaris Perusahaan KCIC Mirza Soraya mengatakan keputusan itu didasari kondisi yang ada saat ini. Pasalnya, dalam pembangunan KCJB, perusahaan tengah berupaya mengembalikan anggaran ke initial budget atau anggaran dasar.

"Di sisi lain, potensi penumpang dari dan menuju Stasiun Walini diprediksi tidak cukup besar. Mengingat pengembangan di area kawasan Walini masih relatif rendah," katanya kepada Bisnis, Kamis (21/10/2021).

Namun begitu, Mirza menegaskan bahwa pihaknya hanya menunda pembangunan Stasiun Walini untu sementara waktu. Untuk fase selanjutnya, Stasiun Walini akan tetap dibangun dan pembangunannya dilanjutkan.

"Penundaan pembangunan ini bukan berarti pengerjaan konstruksi di Walini batal," tegasnya.

Sebelumnya, Stasiun Walini digadang-gadang akan menjadi daerah Transit Oriented Development (TOD) untuk KCJB yang pembangunannya ditargetkan selesai pada akhir 2022.

Namun dengan dibatalkannya pembangunan Stasiun Walini untuk sementara, proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung hanya akan melewati empat stasiun diantaranya Stasiun Halim yang bentuknya elevated station, Stasiun Karawang yang bentuknya ground station, Stasiun Padalarang yang bentuknya ground station, dan Stasiun Tegalluar yang bentuknya ground station.

Jarak antara stasiun Halim ke stasiun Karawang adalah 41,166 km. Sementara jarak antara stasiun Karawang ke stasiun Padalarang adalah 55,55 km. Dan terakhir, jarak antara stasiun Padalarang ke stasiun Tegalluar adalah 45,584 km.

Nantinya, kereta akan berhenti di tiap stasiun dengan waktu tempuh dari Halim ke Tegalluar adalah 43 menit. Tiket kereta cepat ini direncanakan berkisar antara Rp250.000-Rp350.000.

Tiap satu rangkaian kereta cepat ini memiliki 8 gerbong dengan kapasitas 601 penumpang, yang terdiri dari 3 kelas, yaitu VIP (18 penumpang), First Class (28 penumpang), dan Second Class (555 penumpang). Kereta ini memiliki kecepatan maksimum 350 km/jam.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

transportasi kereta api Kereta Cepat
Editor : Muhammad Khadafi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper
To top