Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Menaker: UMKM Punya Peran Penting Serap Tenaga Kerja Perempuan di Indonesia

Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah mengatakan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) berperan penting dalam menyerap sebagian besar tenaga kerja perempuan yang ada di Indonesia.
Nyoman Ary Wahyudi
Nyoman Ary Wahyudi - Bisnis.com 21 Oktober 2021  |  22:00 WIB
Menaker Ida Fauziyah dalam konferensi pers virtual Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) yang dipantau dari Jakarta pada Senin (12/4/2021). - Antara\r\n
Menaker Ida Fauziyah dalam konferensi pers virtual Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) yang dipantau dari Jakarta pada Senin (12/4/2021). - Antara\\r\\n

Bisnis.com, JAKARTA – Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah mengatakan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) berperan penting dalam menyerap sebagian besar tenaga kerja perempuan yang ada di Indonesia.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa persentase perempuan yang bekerja di sektor informal, khususnya UMKM relatif tinggi, serta memiliki peran signifikan dalam perekonomian.

“Sebanyak 50 Persen pengusaha yang menjalankan UMKM adalah perempuan, sehingga merupakan kewajiban bagi kita semua untuk selalu mendukung UMKM yang menjadi penghidupan bagi sebagian besar masyarakat kita, khususnya kaum perempuan,” kata Ida dalam Webinar Bincang Perempuan Pengurus Wilayah Fatayat Nahdlatul Ulama Jawa Timur di Jakarta, Kamis (21/10/2021).

Ida menerangkan, pandemi Covid-19 telah memberi pukulan berat pada perekonomian, termasuk sektor UMKM.

Survei Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) terhadap UMKM menunjukkan bahwa 94 persen usaha mengalami penurunan penjualan, bahkan lebih dari 40 persen UMKM dari berbagai kelas usaha mengalami penurunan penjualan lebih dari 75 persen.

“Hal ini pada akhirnya juga berdampak pada tenaga kerja yang bergerak di sektor UMKM, khususnya tenaga kerja perempuan yang cukup besar jumlah dan proporsinya di sektor UMKM,” kata Ida. 

Berdasarkan data BPS, kata dia, jumlah dan tingkat pengangguran menunjukkan peningkatan yang signifikan sebagai akibat dari pandemi.

Banyak data menunjukkan jumlah pekerja perempuan yang terdampak oleh pandemi lebih kecil, apabila dibandingkan dengan laki-laki. Namun, beberapa studi menunjukkan bahwa perempuan sebenarnya justru terdampak lebih besar dan mendapat beban tambahan akibat pandemi Covid-19.

“Di dunia kerja banyak perempuan yang bekerja mengalami penurunan atau bahkan kehilangan pendapatan akibat adanya dampak pandemi terhadap perekonomian. Beberapa sektor yang banyak memiliki pekerja perempuan, seperti sektor pariwisata sangat terdampak oleh pandemi,” tuturnya.

Dia menegaskan bahwa pemerintah menjadikan sektor UMKM sebagai salah satu prioritas utama dalam program Pemulihan Ekonomi Nasional.

“Pemerintah antara lain memberikan hibah bagi usaha pemula, serta menambah dana LPDB [Lembaga Pengelola Dana Bergulir] Koperasi dan UMKM yang dapat digunakan untuk pinjaman murah bagi UMKM,” ujarnya.

Pada 2019, UMKM Indonesia yang tercatat ada sebanyak 65 juta unit usaha atau 99,99 persen dari total unit usaha di Indonesia.

Selain itu, pada tahun yang sama, UMKM mempekerjakan lebih dari 123 juta orang atau mencapai 96 persen dari total tenaga kerja Indonesia.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

umkm tenaga kerja Kemenaker
Editor : Lili Sunardi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper
To top