Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bandara Ngurah Rai Terima Turis Asing, Garuda Pilih Wait and See

Garuda Indonesia memilih untuk wait and see terkait dengan Bandara Ngurah Rai yang sudah menerima kedatangan dari turis asing sejumlah negara tertentu.
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 14 Oktober 2021  |  10:27 WIB
Garuda Indonesia - istimewa
Garuda Indonesia - istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – PT Garuda Indonesia Tbk. (GIAA) memilih untuk memantau terlebih dahulu kondisi pasar sebelum mengaktifkan kembali layanan berjadwal internasionalnya dari dan menuju Bandara Ngurah Rai, Bali.

Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengatakan saat ini masih berfokus untuk melayani penerbangan komersial rute domestik dari dan menuju ke Bandara Ngurah Rai, Bali. Saat ini, frekuensi penerbangan rute domestik dari dan ke Bali sebanyak tiga kali sehari dan ada tambahan untuk akhir pekan.

Meskipun masih berfokus di rute domestik, bukan berarti tidak ada rencana bagi maskapai pelat merah tersebut untuk kembali melayani penerbangan internasional dari dan menuju Bali.

“Kami utamakan rute domestik sambil lihat respons pembukaan [perjalanan internasional] dari dan menuju ke Bali. Tapi memang ada rencana kita aktifkan lagi penerbangan internasional dari Denpasar dalam waktu dekat,” ujarnya, Kamis (14/10/2021).

Sebelumnya, Kementerian Koordinator Bidang Maritim dan Investasi (Kemenkomarves) telah mengumumkan bahwa Bali siap membuka perjalanan internasional bagi 19 negara.

Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menjelaskan sesuai dengan arahan dari Presiden Joko Widodo, pihaknya hanya memberikan izin kepada 19 negara untuk bisa melakukan perjalanan menuju Bali dan Kepulauan Riau.

Luhut memerinci daftar 19 negara yang telah diizinkan tersebut *di antaranya*, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Selandia Baru, Kuwait, Bahrain, Qatar, China, India, Jepang, Korea Selatan, Liechtenstein, Italia, Prancis, Portugal, Spanyol, Swedia, Polandia, Hungaria, dan Norwegia.

Pemberian izin kepada 19 negara itu bukan tanpa alasan. Negara-negara tersebut dipilih sesuai standar Badan Kesehatan Dunia (WHO) karena angka kasus terkonfirmasi Covid-19nya berada pada level 1 dan 2, dengan angka positivity rate yang rendah.

Sebelumnya, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir juga mengupayakan untuk memerintahkan maskapai Garuda Indonesia dan Citilink Indonesia menambah frekuensi penerbangan ke Bali. Penambahan penerbangan ini menyusul adanya permintaan dari Pemerintah Provinsi Bali menjelang dibukanya daerah tersebut untuk wisatawan asing.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Garuda Indonesia bandara
Editor : Rio Sandy Pradana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top