Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pembangunan Rumah MBR Pakai 100 Persen Produk Lokal

Kadin Indonesia menyebut pembangunan rumah khusus Masyarakat Berpenghasilan Rendah atau MBR menggunakan 100 persen material dari produk lokal.
Yanita Petriella
Yanita Petriella - Bisnis.com 14 Oktober 2021  |  13:46 WIB
Foto udara komplek perumahan di kawasan Gading Serpong, Kelapa Dua, Tangerang, Banten, Jumat (11/6/2021). Bisnis - Abdullah Azzam
Foto udara komplek perumahan di kawasan Gading Serpong, Kelapa Dua, Tangerang, Banten, Jumat (11/6/2021). Bisnis - Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA - Pembangunan rumah khususnya untuk hunian Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) menggunakan material 100 persen berasal dari produk lokal.

Kepala Badan Pengembangan Kawasan Properti Terpadu Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Budiarsa Sastrawinata mengatakan komponen material 100 persen menggunakan produk lokal pada pengadaan rumah MBR. Produk lokal tersebut berada pada komponen bangunan itu sendiri mulai dari batu bata, genteng, cat, dan sebagainya.

"Tidak ada impornya untuk komponen pembangunan rumah. Meskipun produk lokal, ada standarisasi bahan bangunan dan spesifikasi yang digunakan," ujarnya dalam webinar Indonesia Housing Forum 2021, Kamis (14/10/2021).

Selain itu, untuk produk UMKM juga digunakan dalam pengadaan perumahan untuk mengisi di dalam rumah.

Dia mencontohkan produk lokal yang digunakan tersebut seperti furniture.

"Tidak semua perlengkapan rumah ini diisi oleh pengembang. Konsumen pun mengisi peralatan dan perlengkapan di dalam rumah juga menggunakan produk UMKM," katanya.

Oleh karena itu, sektor properti memiliki multiplier effect yang ditimbulkan terhadap 175 industri lainnya serta 350-an UMKM terkait.

Tak hanya itu, penggunaan tenaga kerja dalam pembangunan rumah 100 persen berasal dari lokal. Adapun serapan tenaga kerja sektor properti mencapai 19 juta orang, dan untuk kegiatan tidak langsung sektor properti bisa mencapai hingga 30 juta orang.

"Karena multiplier efek yang besar dari sektor properti, Pemerintah pun memberikan sejumlah insentif selama Pandemi Covid-19 salah satunya PPN DTP agar sektor properti bisa bangkit kembali," ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

properti kadin
Editor : Rio Sandy Pradana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top