Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Jamu Didaftar untuk Masuk Warisan UNESCO Tahun Depan

Gabungan Pengusaha (GP) Jamu sedang mengupayakan agar jamu masuk ke dalam warisan budaya tak benda oleh United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO).
Reni Lestari
Reni Lestari - Bisnis.com 11 Oktober 2021  |  17:25 WIB
Ilustrasi. Pedagang jamu tradisional di Banjarbaru, Tarmuji. - Antara
Ilustrasi. Pedagang jamu tradisional di Banjarbaru, Tarmuji. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA – Gabungan Pengusaha (GP) Jamu sedang mengupayakan agar jamu masuk ke dalam warisan budaya tak benda oleh United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO).

Ketua Umum GP Jamu Dwi Ranny Pertiwi mengatakan bahwa saat ini pihaknya masih dalam proses melengkapi persyaratan berkas untuk diajukan pada Maret 2022.

Dia menuturkan, saat ini ada sejumlah produk lain yang juga dalam antrean pendaftaran ke UNESCO, di antaranya rendang, tenun, dan Reog Ponorogo.

“Saya berharap untuk 2022 nanti bisa jamu dulu yang diajukan, karena kondisinya sedang tepat. Kondisi pandemic Covid-19 membuat orang banyak minum jamu, bukan hanya di Indonesia tapi juga di berbagai negara,” kata Dwi kepada Bisnis, Senin (11/10/2021).

Menurutnya, Indonesia merupakan negara dengan keanekaragaman hayati terbesar kedua dunia dan memiliki lebih dari 30.000 jenis tumbuhan, 7.000 tanaman berkhasiat obat, serta lebih dari 2.500 jenis unggulan obat.

Adapun, di dalam negeri tercatat ada 846 industri jamu dengan sektor kecil dan menengah.

Sementara itu, kinerja industri jamu melandai di tengah menurunnya kasus Covid-19 di dalam negeri. Dwi mematok pertumbuhan penjualan industri jamu sebesar 5 persen pada tahun depan.

Dia juga mengatakan, melonjaknya permintaan jamu karena pandemi sempat memunculkan kelangkaan bahan baku di pasaran.

Kini, kendala tersebut sudah mulai teratasi dengan perluasan lahan tanaman obat atau peternakan bagi produsen yang memanfaatkan bahan hewani.

“Kalau nanti permintaan tidak banyak, ya kami berinovasi lagi, membuat produk baru atau persiapan untuk ekspor,” ujarnya.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jamu unesco warisan budaya tak benda (wbtb)
Editor : Lili Sunardi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper
To top