Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Harga Masih Mahal, REI Minta Alternatif Pengadaan PLTS Atap

Real Estat Indonesia (REI) meminta pemerintah menyediakan alternatif pengadaan pembangkit listrik tenaga surya atau PLTS atap yang lebih murah agar tidak membebani pengembang dan konsumen di sektor properti.
Yanita Petriella
Yanita Petriella - Bisnis.com 19 September 2021  |  09:12 WIB
Harga Masih Mahal, REI Minta Alternatif Pengadaan PLTS Atap
Ilustrasi. - Istimewa
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Real Estat Indonesia (REI) meminta pemerintah menyediakan alternatif pengadaan pembangkit listrik tenaga surya atau PLTS atap yang lebih murah agar tidak membebani pengembang dan konsumen di sektor properti.

Paulus Totok Lusida, Ketua Umum DPP REI, mengatakan bahwa mahalnya harga PLTS atap di dalam negeri menjadi salah satu kendala bagi pengembang untuk menyematkan fasilitas itu di produk huniannya.

“Kalau mengadakan sendiri atau pengembang beli sendiri tentu hitung-hitungannya jadi besar. Keperluan PLTS atap untuk satu properti hunian masih mahal, sehingga kurang begitu diminati para end user, sedangkan kami bangun rumah sesuai permintaan end user,” katanya dikutip Minggu (19/9/2021).

Totok menuturkan, harga PLTS atap saat ini berkisar Rp14 juta per unit, sehingga membuat pengembang merasa berat untuk menerapkannya.

Meski begitu, pengembang perumahan nonsubsidi dan hunian menengah atas di Jabodetabek sudah banyak yang menyematkan PLTS atap di produknya.

Dia pun berharap pemerintah mau turun tangan langsung untuk mengatur agar harga PLTS atap di dalam negeri, sehingga pengembang bisa memanfaatkannya secara optimal.

“Untuk menurunkan harga PLTS atap bisa dengan meningkatkan TKDN atau dengan bantuan pemerintah yang selama ini ada. Saya sudah beri alternatif ke pemerintah bahwa PLTS Atap bisa dibangun dengan menggunakan dana PSU. Jadi dialihkan ke energi terbarukan, mestinya sih bisa,” jelasnya.

Sementara itu, Direktur PT Ciputra Development Tbk. (CTRA) Harun Hajadi mengatakan bahwa pihaknya membuka opsi pemasangan PLTS atap di produk hunian yang sudah feasible.

“Yang sudah feasible kami coba pasang PLTS atap, tetapi itu sifatnya opsional, karena akan menambah biaya. Dengan promosi dan sosialisasi terus menerus, kami yakin opsi itu akan dipergunakan oleh pembeli dan pada akhirnya bukan menjadi opsi lagi,” tuturnya.

Direktur PT Metropolitan Land Tbk. Olivia Surodjo menuturkan bahwa hingga kini sebagian besar produk hunian yang dibangun perusahaan belum memiliki PLTS atap.

“Dengan adanya insentif baru, ke depan akan kami akan pelajari terlebih dahulu. Dari sisi konsumen, belum ada yang menanyakan penggunaan panel surya,” katanya.

Meskipun demikian, lanjutnya, apabila nantinya ada konsumen yang meminta dipasang PLTS atap, maka pihaknya akan menyesuaikan bangunan produknya.

Menurutnya, teknologi PLTS atap dapat mendukung penghematan penggunaan energi. Diharapkan di masa mendatang harga panel surya bisa lebih murah, sehingga Metland dapat menggunakannya sebagai fitur tambahan.

“Untuk bangunan tinggal kami sesuaikan kalau memang ke depan ada yang minta [pasang PLTS atap], tetapi saat ini belum,” ucap Olivia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bisnis properti rei plts
Editor : Lili Sunardi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top