Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

China Targetkan 55 Juta Lapangan Kerja dan Perbaikan Hak Pekerja

Beijing telah berjanji untuk menjadikan pekerjaan sebagai prioritas utama dari kebijakan ekonominya untuk mengurangi ketidaksetaraan untuk mencapai "kemakmuran bersama".
Reni Lestari
Reni Lestari - Bisnis.com 30 Agustus 2021  |  11:36 WIB
Suasana jalanan di kota Beijing China -  Bloomberg
Suasana jalanan di kota Beijing China - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA - Dewan Negara China menguraikan rencana baru di sektor pasar tenaga kerja yang menargetkan 55 juta pekerjaan perkotaan pada 2025. Selain itu, China juga membidik perbaikan hak bagi pekerja dan meningkatkan pelatihan tenaga kerja.

Tingkat pengangguran akan dibatasi pada 5,5 persen, upah sebagai bagian dari produk domestik bruto akan ditingkatkan dan usia rata-rata pendidikan penduduk yang bekerja akan dinaikkan.

Beijing telah berjanji untuk menjadikan pekerjaan sebagai prioritas utama dari kebijakan ekonominya, sebuah tujuan yang menjadi lebih penting baru-baru ini karena pihak berwenang membuat dorongan yang lebih besar untuk mengurangi ketidaksetaraan untuk mencapai "kemakmuran bersama".

Bagian dari itu termasuk meningkatkan hak-hak pekerja, terutama di industri seperti teknologi, yang disoroti oleh pengadilan tinggi tentang budaya kerja yang berlebihan.

Terkait hak-hak pekerja, pemerintah berjanji akan mengawasi perusahaan untuk menerapkan jam kerja yang sesuai dengan undang-undang dan memastikan karyawan mendapatkan cuti.

Pemerintah juga berjanji untuk mengurangi diskriminasi dalam angkatan kerja, mendorong pengusaha untuk mengadopsi kebijakan fleksibel bagi pekerja yang merawat bayi dan memberikan pelatihan profesional kepada perempuan yang meninggalkan tempat kerja untuk melahirkan.

Fokus baru dalam rencana ketenagakerjaan adalah janji untuk meningkatkan bagian upah pekerja dalam perekonomian, sebuah langkah yang akan mempersempit kesenjangan pendapatan. Beijing berjanji untuk meningkatkan kompensasi tenaga kerja bagi pekerja, terutama untuk pekerja garis depan, dan secara bersamaan meningkatkan upah dan produktivitas tenaga kerja.

Pihak berwenang juga berusaha untuk meningkatkan tingkat keterampilan dalam perekonomian, terutama melalui pendidikan kejuruan. Rata-rata lama pendidikan kelompok usia kerja akan meningkat menjadi 11,3 tahun dari 10,8 tahun.

Sebagai satu-satunya target wajib di antara 10 tujuan yang tercantum, ini menandakan upaya negara untuk meningkatkan sektor manufakturnya dan meningkatkan rantai nilai.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

china lapangan kerja ekonomi china

Sumber : Bloomberg

Editor : Hadijah Alaydrus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper
To top