Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Volume Pengguna KRL Anjlok, KAI Commuter Lakukan Rekayasa Operasi

Penerapan PPKM Darurat yang berlaku sejak 3 Juli 2021 membuat volume pengguna KRL berkurang signifikan dan semakin turun sejak diberlakukannya syarat dokumen perjalanan pada 12 Juli lalu.
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 18 Juli 2021  |  17:43 WIB
Sejumlah calon penumpang KRL Commuter Line memasuki gerbang tiket elektronik di Stasiun Bogor, Jawa Barat, Senin (14/9/2020). Hari pertama penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Total di wilayah Jakarta, suasana penumpang KRL Commuter Line di Stasiun Bogor terlihat lengang serta kapasitas pengguna hanya 50 persen dengan membatasi setiap gerbongnya hanya dapat diisi 74 penumpang. ANTARA FOTO - Arif Firmansyah
Sejumlah calon penumpang KRL Commuter Line memasuki gerbang tiket elektronik di Stasiun Bogor, Jawa Barat, Senin (14/9/2020). Hari pertama penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Total di wilayah Jakarta, suasana penumpang KRL Commuter Line di Stasiun Bogor terlihat lengang serta kapasitas pengguna hanya 50 persen dengan membatasi setiap gerbongnya hanya dapat diisi 74 penumpang. ANTARA FOTO - Arif Firmansyah

Bisnis.com, JAKARTA – KAI Commuter melakukan rekayasa pola operasi dengan menjalankan sebanyak 839 perjalanan KRL per hari tanpa mengubah jam operasi.

VP Corporate Secretary KAI Commuter Anne Purba mengatakan rekayasa pola operasi ini tidak mengubah jam operasional KRL yang berlaku selama masa PPKM Darurat ini yakni pukul 04.00 – 21.00. Rekayasa pola operasi berupa penyesuaian perjalanan di luar jam sibuk, tepatnya pada pukul 09.00 – 15.00.

VP Corporate Secretary KAI Commuter Anne Purba mengatakan rekayasa pola operasi dilakukan sejalan dengan tren volume penguna KRL yang sejak 14 Juni 2021 terus mengalami penurunan.

Penerapan PPKM Darurat yang berlaku sejak 3 Juli 2021 membuat volume pengguna KRL berkurang signifikan dan semakin turun sejak diberlakukannya syarat dokumen perjalanan pada 12 Juli lalu. Bahkan, volume pengguna KRL berkurang hingga 43 persen dibanding sebelum penerapan PPKM Darurat.

“Untuk hari ini hingga Pk.13.00, volume pengguna KRL tercatat 24.699 atau berkurang 57 persen dibandingkan dengan waktu yang sama pada hari Sabtu (17/7/2021) kemarin. Sementara volume pengguna pada Sabtu kemarin total hanya 83.274 pengguna, merupakan catatan terendah sepanjang tahun 2021 ini,” ujarnya melalui siaran pers, Minggu (18/7/2021).

Penyesuaian jumlah perjalanan di luar jam sibuk juga digunakan KAI Commuter untuk memaksimalkan perawatan sarana KRL yang tidak beroperasi di jam-jam sibuk, serta menjaga kesehatan dari para masinis dan petugas pelayanan KRL yang menjadi ujung tombak pengoperasian kereta.

Dengan penyesuaian perjalanan sejak 17 Juli ini, maka jumlah frekuensi perjalanan KRL di setiap lintasnya adalah sebagai berikut :

1. Lintas Bogor/ Depok – Jakarta Kota PP, 192 perjalanan KRL

2. Lintas Bogor/ Depok/ Nambo – Duri/ Jatinegara PP, 165 perjalanan

3. Lintas Cikarang/ Bekasi – Jakarta Kota PP, 167 perjalanan

4. Lintas Rangkasbitung/ Parungpanjang/ Serpong – Tanah Abang PP, 171 perjalanan

5. Lintas Tangerang – Duri PP, 94 perjalanan

6. Lintas Tanjung Priok – Jakarta Kota PP, 50 perjalanan

Pada akhir pekan ini maupun pada hari-hari kerja, seluruh syarat dokumen perjalanan untuk menggunakan KRL masih berlaku. Alhasil, KRL hanya beroperasi untuk melayani mereka yang bekerja di sektor esensial maupun kritikal. Dokumen syarat perjalanan ini berlaku selama periode PPKM Darurat.

Selama satu pekan lalu, pelaksanaan aturan berjalan lancar dan kami mengucapkan terima kasih kepada para pengguna KRL di sektor esensial maupun kritikal yang telah mengikuti aturan tersebut.

KAI Commuter juga hendak mengajak para pengguna yang masih beraktivitas dengan KRL untuk mengikuti seluruh protokol kesehatan yang berlaku di stasiun maupun di dalam KRL. Para pengguna diwajibkan menggunakan masker ganda dengan masker medis di dalam dan masker kain sebagai pelapis di luar.

Bagi para pengguna yang telah menggunakan masker N95, KN95, maupun KF94 tidak perlu menggunakan masker ganda karena kemampuan filtrasi tiga jenis masker tersebut sudah mencukupi.

“Selain itu para pengguna juga kami ajak untuk mencuci tangannya sebelum dan sesudah menggunakan KRL dengan memanfaatkan wastafel tambahan di setiap stasiun yang telah tersedia. KAI Commuter juga menghimbau para pengguna tetap menjaga jarak aman sesama pengguna dengan mengikuti marka-marka di stasiun maupun KRL,” imbuhnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

krl PPKM Darurat
Editor : Amanda Kusumawardhani

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper
To top