Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Produsen Pupuk Saraswanti (SAMF) Bidik Pangsa Pasar 10 Persen

Tahun lalu, meski pandemi, emiten berkode saham SAMF ini menambah kapasitas produksi di dua pabrik, yakni di Sampit, Kalimantan Tengah, dan Medan, Sumatera Utara.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 21 Juni 2021  |  12:33 WIB
Produsen Pupuk Saraswanti (SAMF) Bidik Pangsa Pasar 10 Persen
Petani menabur pupuk pada tanaman padi di Aceh Besar, Aceh, Selasa (11/8/2020). - Antara

Bisnis.com, JAKARTA — Produsen pupuk PT Saraswanti Anugerah Makmur Tbk (SAMF) membidik pangsa pasar pupuk NPK nonsubsidi sebesar 10 persen pada 2024.

"Tahun 2021 ini, ketika kami berusia 23 tahun, market share Saraswanti di pasar pupuk NPK dalam negeri sekitar 6 persen dengan kapasitas produksi 600 ribu ton per tahun," kata Direktur Utama PT Saraswanti Anugerah Makmur Tbk Yahya Taufik dalam pernyataan di Jakarta, Senin.

Tahun lalu, meski pandemi, emiten berkode saham SAMF itu menambah kapasitas produksi di dua pabrik, yakni di Sampit, Kalimantan Tengah, dan Medan, Sumatera Utara.

Penambahan kapasitas tersebut dilakukan dilakukan setelah perseroan melakukan penawaran umum perdana saham atau IPO di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Maret 2020.

Yahya menyampaikan, pada tahun ini, pihaknya berencana menambah kapasitas produksi di pabrik yang terletak di Mojokerto, Jawa Timur.

"Tahun ini, kami menambah satu line produksi di pabrik Jawa Timur sehingga pada kuartal I-2022 kapasitas produksi kami sebesar 700 ribu ton per tahun," ujar Yahya.

Sementara itu, strategi Saraswanti menjalankan bisnis di tengah pandemi COVID-19 adalah dengan fokus menggarap pasar eksisting. Selain itu, perseroan tetap melakukan pengembangan pasar dengan senantiasa bersikap selektif.

"Strategi yang kami terapkan di tengah pandemi COVID-19 pada 2020 itu turut membuat kami bertahan di tengah masa sulit, bahkan tetap bertumbuh," kata Yahya.

Ia menambahkan, perseroan juga berhati-hati dalam menilai calon pelanggan pasar. Kondisi kesehatan finansial calon pelanggan dipelajari secara seksama guna memastikan kemampuan keuangan calon konsumen.

Tahun ini, Saraswanti juga membagikan dividen tunai tahun buku 2020 sebesar Rp89,27 miliar atau setara dengan Rp17,42 per saham. Dividen kepada pemegang saham itu meningkat dibandingkan setahun sebelumnya di mana dividen yang dibagikan Rp52,79 miliar atau setara dengan Rp10,3 per saham.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

manufaktur pupuk Saraswanti Anugerah Makmur

Sumber : Antara

Editor : Muhammad Khadafi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top