Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

AirAsia Indonesia (CMPP), Strategi Banting Harga Gagal Dongkrak Kinerja

Berdasarkan laporan keuangan teraudit untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020, perseroan mencatatk pendapatan senilai Rp215 miliar atau turun signifikan sebesar 89 persen dari periode yang sama pada tahun lalu.
Pesawat Air Asia melintas di Bandara Internasional Adi Sutjipto Yogyakarta, Jumat (4/5/2018)./JIBI-Dwi Prasetya
Pesawat Air Asia melintas di Bandara Internasional Adi Sutjipto Yogyakarta, Jumat (4/5/2018)./JIBI-Dwi Prasetya

Bisnis.com, JAKARTA — Upaya penawaran tarif tiket yang lebih murah oleh PT AirAsia Indonesia Tbk. ternyata tak cukup kuat mendorong penjualan tiket pesawat terbang perusahaan sepanjang 2020.

Direktur Utama AirAsia Indonesia Dendy Kurniawan mengatakan situasi pandemi yang berkepanjangan di Indonesia berdampak luar biasa terhadap operasional perusahaan dan memengaruhi kinerja keuangan hingga akhir tahun lalu.

Dia menjelaskan dengan adanya penutupan perbatasan internasional untuk perjalanan non-esensial dan pemberlakuan pembatasan perjalanan oleh banyak negara tidak hanya untuk kunjungan dari luar negeri tetapi juga untuk perjalanan domestik di dalam negeri, permintaan perjalanan menjadi sangat rendah sepanjang tahun.

“Tarif yang rata-rata lebih rendah, bahkan ketika periode permintaan tinggi seperti musim libur pertengahan dan akhir tahun bahkan tidak cukup kuat untuk mendorong permintaan,” ujarnya melalui siaran pers, Selasa (8/6/2021).

Dengan kondisi tersebut, emiten bersandi CMPP ini berhasil mengurangi dampaknya dengan melakukan strategi pengendalian biaya secara menyeluruh, promosi dan memaksimalkan operasional hingga 20 pesawat menjelang akhir tahun.

Berdasarkan laporan keuangan teraudit untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020, perseroan mencatatk pendapatan senilai Rp215 miliar atau turun signifikan sebesar 89 persen dari periode yang sama pada tahun lalu. Penurunan ini disebabkan oleh penurunan kapasitas sebanyak 76 persen dan jumlah penumpang mencapai 83 persen.

Biaya penting terkait pesawat selama kuartal IV/2020 berkurang 53 persen atau Rp621,8 miliar dibandingkan dengan pada tahun sebelumnya seiring dengan adanya pengurangan operasional.

Selama kuartal IV/2020, Perseroan memprioritaskan penguatan pasar domestik dengan meluncurkan 4 rute baru yang menghubungkan Jakarta ke Padang, Palembang, Pontianak dan Pekanbaru, serta membuka kembali Bandung–Denpasar.

Pada tahun buku 2020, Perseroan mengalami penurunan pendapatan signifikan seiring dengan perkembangan situasi pandemi yang diikuti dengan pembatasan perjalanan, yang menyebabkan penurunan trafik penumpang secara signifikan. Perseroan membukukan total pendapatan sebesar Rp1,61 triliun, turun 76 persen dari tahun sebelumnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper