Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Sentil Impor Beras, Fadli Zon Sebut Sektor Pertanian Penyelamat di Tengah Pandemi Covid-19

Data BPS juga menunjukkan bahwa panen beras nasional dari wakru ke waktu tercatat terus meningkat. Fadli menilai aneh rencana pemerintah impor beras.
Aprianus Doni Tolok
Aprianus Doni Tolok - Bisnis.com 04 Mei 2021  |  08:20 WIB
Pekerja sedang menanam padi di wilayah Bhubaneswar, Thailand (19/7/2014). - Reuters/Stringer
Pekerja sedang menanam padi di wilayah Bhubaneswar, Thailand (19/7/2014). - Reuters/Stringer

Bisnis.com, JAKARTA - Politisi Partai Gerindra Fadli Zon menyebut sektor pertanian adalah penyelamat pada masa krisis akibat pandemi Covid-19.

Menurut dia, pada awal pandemi atau sepanjang 2020, hampir semua sektor ekonomi tumbuh negatif.

“Dari enam sektor penyumbang ekonomi terbesar, hanya sektor pertanian terutama makanan pangan, holtikultura, dan perkebunan yang mencatatkan pertumbuhan positif,” ujarnya seperti dikutip dari YouTube Fadli Zon Official, Senin (3/5/2021).

Pada saat yang sama, kata Fadli, sektor-sektor lainnya seperti industri, perdagangan, konstruksi, hingga transportasi mengalami pertumbuhan negatif.

Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia periode 2014 - 2019 ini membeberkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) yang menunjukkan sektor pertanian tumbuh positif 1,75 persen di sepanjang 2020.

Setali tiga uang, sambungnya, Organisasi Pertanian dan Pangan Dunia (FAO), menyebut bahwa selama pandemi Covid-19 sektor pertanian Indonesia juga berhasil mendukung pertumbuhan sekitar 2,19 persen (yoy).

Lalu, berkaca dari capaian pada tahun-tahun sebelumnya, kontribusi sektor pertanian pada PDB nasional juga tercatat terus meningkat.

“Makanya, tidak berlebihan jika dikatakan dampak pandemi terhadap perekonomian kita cukup tertolong dari daya tahan sektor pertanian,” kata Fadli.

Walhasil, dengan insentif yang tepat, kebangkitan sektor pertanian dan perdesaan akan lebih terakselerasi.

Kemudian, kata Fadli, data BPS juga menunjukkan bahwa panen beras nasional dari wakru ke waktu tercatat terus meningkat.

Fadli menilai aneh rencana pemerintah melalui Kementerian Perdagangan melakukan impor beras.

“Untung hal ini sudah dikoreksi oleh Presiden [Jokowi] yang mengatakan tidak akan ada impor beras sampai bulan Juni [2021] dan mudah-mudahan tidak ada impor beras sampai selanjutnya,” katanya.

Pasalnya, kebijakan impor beras akan menghancurkan harga gabah dan merugikan petani lokal.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pertanian impor beras Fadli Zon
Editor : Nancy Junita

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top