Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Rumah Tangga di Inggris Terdampak Pandemi Lebih Keras dari Zona Euro

Temuan yang dirilis oleh Resolution Foundation memicu perdebatan tentang penanganan krisis oleh pemerintah setelah Inggris yang selama pandemi ini memiliki tingkat kematian tertinggi karena Covid-19 dan kemerosotan ekonomi terdalam di antara negara-negara G7.
Reni Lestari
Reni Lestari - Bisnis.com 21 April 2021  |  09:11 WIB
Pelangi menghiasai langit di atas perumahan di London, Inggris, dalam foto file 9 April 2016./Reuters - Russell Boyce
Pelangi menghiasai langit di atas perumahan di London, Inggris, dalam foto file 9 April 2016./Reuters - Russell Boyce

Bisnis.com, JAKARTA - Rumah tangga di Inggris ternyata memiliki lebih banyak utang dan mengalami pukulan yang lebih besar pada sisi pendapatan selama pandemi dibandingkan di Prancis dan Jerman.

Temuan yang dirilis oleh Resolution Foundation memicu perdebatan tentang penanganan krisis oleh pemerintah setelah Inggris yang selama pandemi ini memiliki tingkat kematian tertinggi karena Covid-19 dan kemerosotan ekonomi terdalam di antara negara-negara G7.

Sedangkan Inggris menghabiskan lebih dari 300 miliar pound atau US$420 miliar untuk mendukung pekerja melalui krisis, 41 persen rumah tangga di mana setidaknya satu orang tidak bekerja mengalami penurunan pendapatan yang parah.

Angka tersebut dua kali lipat tingkat yang dialami Prancis secara signifikan lebih tinggi daripada Jerman sebesar 28 persen. Sepertiga rumah tangga Inggris mengurangi pengeluaran mereka, setidaknya 10 poin persentase di atas angka yang setara di dua ekonomi teratas Uni Eropa.

Selain itu, mereka yang berada di Inggris dua kali lebih mungkin untuk berutang untuk biaya hidup.

“Pengeluaran besar ini terjadi di Inggris Raya kemungkinan karena sebagian rumah tangga mengalami kerugian pendapatan yang lebih besar dan memiliki tabungan yang lebih sedikit,” kata laporan itu. “Tetapi yang lebih penting adalah fakta bahwa Inggris Raya telah menghadapi pembatasan ekonomi yang semakin ketat dan tahan lama."

Tingkat ketidaksetaraan yang lebih tinggi sebelum pandemi dimulai berarti rumah tangga termiskin di Inggris memiliki pendapatan yang lebih rendah daripada rekan-rekan mereka yang lain, sementara pemerintah menawarkan lebih sedikit manfaat sebagai jaring pengaman sosial, kata Resolution.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

uni eropa inggris Virus Corona

Sumber : Bloomberg

Editor : Hadijah Alaydrus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top