Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Banyak Properti di Jakarta Abaikan Standar Keamanan dari Kebakaran

Properti di Jakarta ternyata masih banyak yang mengabaikan standar keamanan dari bahaya kebakaran, menurut Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 14 April 2021  |  15:59 WIB
Pasar Inpresi di Pasar Minggu, Jakarta Selatan, terbakar pada Selasa (13/4/2021). - Antara
Pasar Inpresi di Pasar Minggu, Jakarta Selatan, terbakar pada Selasa (13/4/2021). - Antara

Bisnis.com, JAKARTA – Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengungkapkan bahwa masih banyak properti yang tidak sesuai standar keamanan pencegahan kebakaran.

"Sesungguhnya semua properti di Jakarta harus memenuhi standar. Namun, saat ini masih banyak di Jakarta properti yang tidak memenuhi standar, pengamanan dan pencegahan bahaya kebakaran," kata Riza.

Belum terpenuhinya standar itu, menurut Wagub, menjadi salah satu penyebab kebakaran di pasar selain faktor lainnya yang menyebabkan pasar-pasar di Ibu Kota rawan kebakaran, seperti instalasi listrik yang berusia tua hingga jarak antarkios yang saling berimpitan.

"Memang di pasar ini satu areal, satu properti yang rawan. Kenapa rawan, pertama mungkin pasarnya sudah lama yang menyebabkan instansi listriknya menjadi rapuh, kedua, pasar kan memang jaraknya berdekatan antara satu kios dengan kios lainnya," paparnya.

Selain itu, kata Riza, umumnya pasar diisi barang-barang yang mudah terbakar. Kemudian, perilaku buruk orang yang ada di pasar juga menjadi faktor rawannya kebakaran terjadi.

"Di pasar itu umumnya orang datang ke sana dari semua daerah, dari mana-mana. Nggak ada aturan ke pasar tidak boleh merokok. Berarti ada potensi kebakaran karena rokok. Pedagangnya juga merokok. Jadi, banyak faktor yang menimbulkan pasar itu termasuk wilayah properti rentan terbakar," ujarnya.

Sama halnya dengan daerah-daerah padat di kota Jakarta yang rentan terbakar akibat instalasi listrik yang sudah lama, kompor gas, jarak antarhunian yang sangat berdekatan dan material pembangunnya yang terbuat dari kayu yang merupakan bahan mudah terbakar.

"Kita lakukan pencegahan, mulai sosialisasi bahkan sudah tempeli stiker di daerah-daerah RT dan RW yang rawan, namun itu tidak cukup," kata Wagub.

Oleh karena itu, Riza meminta jajarannya mengecek kelengkapan standar keamanan seluruh properti atau bangunan yang ada di Ibu Kota demi mencari solusi untuk menghindari bencana kebakaran.

"Saya sudah minta badan, dinas, SKPD [satuan kerja perangkat daerah] terkait untuk mendata. Mana gedung-gedung yang memenuhi syarat mana yang belum, yang belum karena apa, bagaimana solusinya, kita cari bersama sama solusinya," kata Wagub.

Pengelola gedung-gedung di Jakarta, lanjutnya, supaya memenuhi standar tidak mudah terbakar dan memenuhi standar supaya penanganan cepat serta pengendalian cepat.

"Kemudian butuh keterlibatan masyarakat, karena baiknya regulasi yang dibuat, banyaknya aparat, tetap bergantung pada kita untuk menjaga dan memastikan properti kita dan lingkungan kita jauh dari potensi terbakar," tuturnya.

Dalam sepekan terakhir, setidaknya ada dua insiden kebakaran di dua pasar Ibu Kota yakni pada Kamis (8/4/2021) di Pasar Kambing di Tanah Abang, Jakarta Pusat, terbakar akibat arus pendek listrik. Kemudian pada Senin (12/4/2021) Pasar Inpres Pasar Minggu di Jakarta Selatan juga terbakar.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

properti kebakaran

Sumber : Antara

Editor : M. Syahran W. Lubis

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top