Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Wika Kobe Targetkan Nilai Proyek Naik Dua Digit Tahun Ini

Wika Kobe menginginkan kenaikan nilai proyek pada tahun ini sebesar dua digit kendati pasar konstruksi bakal melambat.
Andi M. Arief
Andi M. Arief - Bisnis.com 12 April 2021  |  23:55 WIB
Ilustrasi PT Wijaya Karya Komponen Beton
Ilustrasi PT Wijaya Karya Komponen Beton

Bisnis.com, BOGOR - PT Wijaya Karya Komponen Beton (Wika Kobe) menyatakan nilai proyek perseroan pada tahun ini dapat tumbuh dua digit walaupun pasar konstruksi sepanjang 2021 diramalkan akan melambat.

Presiden Direktur Wika Kobe Nopian Hariyadi mengatakan pihaknya dapat meningkatkan nilai proyek perseroan sekitar 20 persen pada tahun ini menjadi sekitar Rp300 miliar. Adapun, pihaknya telah mendapatkan nilai proyek sekitar Rp90 miliar atau 30 persen dari target tahun ini pada kuartal I/2021.

"Mayoritas berasal dari proyek pembangunan Sarana dan Prasarana Pelatihan Konstruksi Layang senilai Rp74 miliar, selebihnya dari proyek perusahaan-perusahaan swasta," katanya, Senin (12/4/2021).

Dengan kata lain, proyek pemerintah mendominasi total nilai proyek Wika Kobe hingga 82,22 persen. Adapun, Nopian menargetkan angka tersebut untuk turun ke kisaran 30 persen pada akhir 2021 dan meningkatkan kontribusi nilai proyek dari perusahaan swasta.

Nopian berujar salah satu alasan untuk meningkatkan kontribusi proyek dari perusahaan swasta adalah pelambatan proyek-proyek pemerintah yang berlanjut pada tahun ini. Seperti diketahui, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) masih melakukan refocusing pada tahun ini senilai Rp17,99 triliun menjadi Rp131,82 triliun.

Selain itu, Nopian menyatakan strategi tersebut juga untuk mengejar target pertumbuhan rata-rata majemuk (CAGR) perseroan pada 2020-2024 sekitar 20 persen. Walaupun pasar konstruksi nasional melambat selama 2 tahun berturut-turut, Nopian optimistis pihaknya dapat mencapai target tersebut.

"[Ini] masih logis kalah diarahkan growth di sana dengan pasar seperti ini, karena pasar-pasar konstruksi yang ada masih memungkinkan untuk digarap," ucapnya.

Adapun, pasar konstruksi yang dimaksud Nopian adalah proyek konstruksi yang berasal dari perusahaan swasta nasional. "Bukan [proyek konstruksi dari perusahaan] swasta umum, tapi swasta yang memutuskan untuk mulai bergerak pada saat pandemi."

Dari jenis infrastruktur, Nopian menyatakan pihaknya akan mengejar proyek-proyek konstruksi gedung oleh pihak swasta. Maka dari itu, Wika Kobe menargetkan akan memperbesar kontribusi beton pracetak untuk gedung hingga 2024.

Seperti diketahui, Wika Kobe memiiki tiga lini bisnis, yakni beton pracetak untuk infrastruktur jalan, terowongan, dan gedung. Sejauh ini, beton pracetak untu konstruksi jalan dan jembatan mendominasi portofolio perseroan.

Nopian menargetkan komposisi ketiga lini bisnis tersebut terhadap portofolio perseroan akan merata atau masing-masing sektiar 33 persen.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

infrastruktur
Editor : Rio Sandy Pradana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top