Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kemenristek dan Kemendikbud Dilebur, Arah Pembangunan SDM Tak Jelas

Ketidaksiapan pemerintah dalam menjalankan arah program SDM unggul menjadi semakin tidak jelas.
Rahmad Fauzan
Rahmad Fauzan - Bisnis.com 12 April 2021  |  15:51 WIB
Praktisi yang ahli dari dunia industri diminta untuk mengajar di perguruan tinggi. Foto DEXA
Praktisi yang ahli dari dunia industri diminta untuk mengajar di perguruan tinggi. Foto DEXA

Bisnis.com, JAKARTA – Peleburan Kemenristek/BRIN dengan Kemendikbud mengindikasikan tidak adanya desain besar dari program pengembangan sumber daya manusia (SDM) unggul yang dijalankan pemerintah.

Proyeksi ekonomi digital Indonesia pun disebut berpotensi terkena dampak peleburan kedua lembaga tersebut.  

Pengamat pendidikan dari VOX Populi Institute Indonesia Indra Charismiadji mengatakan arah program SDM unggul pemerintah tidak dapat dibaca akibat rencana peleburan saat ini.

"Langkah ini membuat arah program SDM unggul pemerintah tidak bisa dibaca. Dengan di tengah jalan ada penggabungan, ini menandakan program membangun SDM unggul itu dari awal tidak didesain. Hal yang ditakutkan nanti program tersebut hanya sekedar jargon," ujar Indra ketika dihubungi, Senin (12/4/2021).

Ke depannya, sambung Indra, ketidaksiapan pemerintah dalam menjalankan program SDM unggul dapat membuat Omnibus Law yang bertujuan memanfaatkan investasi asing untuk perekonomian nasional tidak berjalan optimal.

Menurutnya, masuknya investasi asing yang tidak diimbangi dengan kemampuan SDM justru membuat potensi ekonomi dari bonus demografi Indonesia menjadi bencana jika menimbulkan kekosongan lapangan kerja yang pada akhirnya diisi oleh pekerja asing.

Kondisi tersebut dinilai kontradiktif dengan proyeksi ekonomi digital RI yang sangat bergantung dengan program dari kedua kementerian dalam membangun SDM unggul. 

Mengutip laporan Google, Temasek dan Bain Company dalam laporan e-Conomy SEA Tahun 2020, Indonesia telah menjadi negara dengan nilai transaksi ekonomi digital tertinggi di Asia Tenggara, yaitu sebesar US$44 miliar.

Bahkan, pada 2025, nilai tersebut diprediksi mampu mencapai US$124 miliar. Angka ini setara dengan Rp1.748 triliun.

Selain itu, lanjut Indra, peleburan tersebut  dinilai tidak proporsional karena menambah beban kerja pengampu sektor. Sejauh ini saja, jelasnya, Kemendikbud masih dinilai belum optimal dalam menjalankan program kerjanya.

"Saya berharap, pemerintah menyusun desain pembangunan SDM unggul di sisa 3 tahun ini. Baru kemudian mendesain organisasi oenyangganya termasuk kementerian. Jadi, suksesnya progra. pembangunan infrastruktur harus disusul dengan suksesnya pembangunan SDM," ujarnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kemendikbud sumber daya manusia kemenristek
Editor : Amanda Kusumawardhani

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top