Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Begini Cerita Digitalisasi Pabrik Produsen Pocari Sweat

Kondisi pandemi Covid-19, semakin membuat perseroan memaksimalkan proses digitalisasi.
Ipak Ayu
Ipak Ayu - Bisnis.com 06 April 2021  |  16:43 WIB
Pocari Sweat - Istimewa
Pocari Sweat - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA — Produsen minuman ringan Pocari Sweat, PT Amerta Indah Otsuka mengaku mengenal digitalisasi, IoT, hingga Artificial Intelegent yang dapat diimplementasikan untuk pabrikan pada 2019 lalu.

Adapun saat ini perseroan memiliki dua pabrik di Pasuruan, Jawa  Timur dan Sukabumi, Jawa Barat.

Plant Manager PT Amerta Indah Otsuka Wheny Utoyo mengatakan  dengan kondisi pandemi 2020 lalu, semakin membuat perseroan memaksimalkan proses digitalisasi. Sejumlah manfaat dan efisiensi pun telah dirasakan oleh perseroan.  

"Tahun lalu saat pandemi dan disaat yang bersamaan kami sedang melakukan investasi untuk IoT. Sementara sejumlah negara melakukan lockdown membuat kami tertantang dalam mendatangkan teknisi dari luar negeri," katanya dalam webinar Agro-based Industry, Selasa (6/4/2021).

Dengan kondisi serba terbatas tersebut, Wheny mengemukakan perseroan justru menelurkan inovasi teknologi smart glass yang memungkinkan layanan teknisi tetap didapatkan dari luar pabrik.

Smart glass, lanjut Wheny, akan menunjukkan kondisi mesin secara real time di mana teknisi cukup memberi arahan dan petugas di pabrik akan melakukan sesuai instruksi yang diberikan. Dengan demikian, biaya mendatangkan teknisi sudah terpangkas di sini.

"Mendatangkan teknisi dari luar itu kan mahal, jadi yang kami lakukan adalah percepatan-percepatan dalam digitalisasi ini agar terus membawa dampak yang besar bagi perusahaan," ujarnya.

Wheny menyebut pada prinsipnya implementasi pabrikan 4.0 tidak selalu canggih dan menelan biaya yang besar. Pasalnya, digitalisasi pabrikan harus dimulai dari yang kecil dan mindset pekerja di pabrikan terlebih dahulu.

Sementara efisiensi yang bisa diciptakan bukan berarti menuntut pengurangan tenaga kerja yang ada. Bahkan, dengan digitalisasi ini pekerjaan lama yang dilakukan karyawan akan menjadi lebih mudah dan mampu menciptakan nilai tambah.

"Contohnya dulu admin pekerjaannya menginput data, sekarang data sudah bisa langsung ke server, jadi admin tugasnya menjadi analis data yang secara kontribusi lebih tinggi untuk perusahaan," ujarnya. 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

manufaktur industri mamin Revolusi Industri 4.0
Editor : Muhammad Khadafi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top