Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Detik-Detik Pesawat Trigana Air Tergelincir di Bandara Halim

KNKT menyampaikan detk-detik pesawat Trigana Air yang tergelincir di Bandara Halim Perdanakusuma berdasarkan data dari black box.
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 23 Maret 2021  |  22:45 WIB
Ilustrasi. Petugas memeriksa pesawat kargo Trigana Air Sevice yang tergelincir saat mendarat pukul 07.33 WIT di Bandara Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua, Selasa (13/9). - Antara/Iwan Adisaputra
Ilustrasi. Petugas memeriksa pesawat kargo Trigana Air Sevice yang tergelincir saat mendarat pukul 07.33 WIT di Bandara Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua, Selasa (13/9). - Antara/Iwan Adisaputra

Bisnis.com, JAKARTA – Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) telah berhasil mengunduh perangkat kotak hitam (black box) berupa rekaman percakapan dalam kokpit (cockpit voice recorder/CVR) dari pesawat Trigana Air yang mengalami keluar landasan di Bandara Halim Perdanakusuma.

Kasubkom IK Penerbangan KNKT Capt. Nurcahyo Utomo menyampaikan rekaman percakapan dalam kokpit yang telah diunduh tersebut sepanjang 30 menit penerbangan yang merekam pembicaraan pilot dan suara di kokpit. Dimulai dari pilot melaporkan terjadinya kerusakan hingga akhir penerbangan.

Sementara untuk perangkat kotak hitam lainnya berupa rekaman data penerbangan (flight data recorder/FDR) masih dalam proses verifikasi guna mendapatkan data yang bisa dipahami. Dalam investigasi ini KNKT dibantu oleh National Transportation Safety Board/NTSB dari Amerika Serikat sebagai wakil negara pembuat pesawat.

CVR merekam bahwa pesawat Boeing registrasi PK-YSF tersebut mengangkut kargo dengan tujuan ke Bandara Sultan Hasanuddin di Makassar, Sulawesi Selatan. Setelah dua menit lepas landas atau take off, pilot melaporkan kepada pengatur lalu lintas udara (air traffic controller/ATC) bahwa pesawat mengalami kerusakan mesin pada bagian kanan.

“Kemudian pilot memutuskan kembali ke Bandara Halim Perdanakusuma. Pesawat terbang selama 15 menit atau berputar di atas HLP dan kemudian mendarat dengan satu mesin. Penerbangan dengan satu mesin termasuk kondisi sering dilakukan pilot dalam pelatihan di simulator dan seharusnya bukan hal yang sulit. Saat mendarat diketahui bahwa roda pendarat sebelah kanan mengalami kerusakan,” ujarnya dalam keterangan video, Selasa (23/3/2021).

Pesawat, lanjutnya, berhenti di landasan pacu dengan ketiga roda patah. Bandara Halim Perdanakusuma pun masih ditutup penuh untuk penerbangan sipil pada Minggu, 21 Maret 2021 sebagai dampak dari pesawat kargo Trigana Air yang mengalami kejadian keluar landasan (excursion) pada Sabtu, 20 Maret 2021.

Proses sterilisasi landasan pacu atau runway dari pesawat tersebut harus dilakukan melalui proses pemindahan pesawat ke area hangar di Bandara Halim Perdanakusuma. Namun, pada Senin 22 Maret 2021, Bandara Halim Perdanakusuma sudah dibuka kembali untuk penerbangan niaga berjadwal.

Total penerbangan yang dialihkan dari Bandara Halim Perdanakusuma ke Bandara Soekarno-Hatta sebanyak 49 penerbangan terdiri dari 22 keberangkatan (10 keberangkatan Citilink, 12 keberangkatan Batik Air) dan 27 kedatangan (10 kedatangan Citilink dan 17 kedatangan Batik Air).


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

knkt
Editor : Rio Sandy Pradana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top