Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

SMF Siapkan Dana Rp20 Miliar untuk Homestay Desa Wisata

PT SMF mendukung pembangnan homestay untuk desa wisata. Untuk tahun ini BUMN itu mengalokasikan dana sebesar Rp20 miliar untuk program properti pariwisata tersebut.
Yanita Petriella
Yanita Petriella - Bisnis.com 23 Maret 2021  |  16:02 WIB
SMF Siapkan Dana Rp20 Miliar untuk Homestay Desa Wisata
Ilustrasi homestay di desa wisata
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) menganggarkan Rp20 miliar untuk mendukung pembiayaan homestay desa wisata di Indonesia sepanjang tahun ini, kata Direktur Keuangan dan Operasional SMF Trisnadi Yulrisman.

Sejak 2019, total pembiayaan yang telah diberikan dalam bentuk perjanjian kerja sama (PKS) sebesar Rp8 miliar, tetapi baru Rp5 miliar yang dicairkan akibat pandemi Covid-19.

"Masih ada Rp3 miliar yang masih bisa ditarik oleh para penerima dana homestay. Kami berharap ini bisa segera ditarik sehingga kita bisa menambah lagi karena masih tersedia dana yang cukup dari SMF untuk pembiayaan homestay," ujarnya pada Selasa (23/3/2021).

Dia menuturkan dalam pembiayaan pembangunan ataupun perbaikan homestay, BUMN itu memberikan plafon maksimalnya Rp50 juta untuk tenor maksimal 10 tahun dengan suku bunga 3 persen per tahun.

"Pencairan dana akan dilakukan secara bertahap sesuai dengan progres pembangunan homestay.Jadi bisa 50 persen di awal. Kalau progres sudah 70 persen, kami kasih sisanya. Tahapannya tidak njelimet," kata Trisnadi.

Dia menambahkan program pembiayaan homestay ini dilatarbelakangi dari kondisi masih banyak pelaku usaha wisata yang kesulitan mengakses pendanaan untuk membangun homestay di desa-desa wisata.

Program ini berjalan sejak 2019 dan sudah disalurkan di empat lokasi desa wisata,yaitu di Borobudur dan sekitarnya di Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, dan Nusa Tenggara Barat.

Dalam menyalurkan pembiayaan, pihaknya tidak langsung memberikan pendanaan kepada masyarakat, melainkan melalui badan usaha milik desa (bumdes).

"Inilah yang menjadi tantangan tersendiri buat kami untuk bisa memberikan capacity building. Kami sediakan SOP [standar operasional prosedur]-nya, kami berikan model sistem pembiayaannya, dan kami lakukan sosialisasi dan pelatihan sampai bumdes benar-benar siap menyalurkan pembiayaan," ucap Trisnadi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

homestay smf
Editor : M. Syahran W. Lubis
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top