Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Tsingshan Akan Bangun Pembangkit Listrik 7.000 MW

Perusahaan akan membangun pembangkit listrik tenaga surya dan angin serta fasilitas pendukung di kawasan industri Tsingshan dan Teluk Weda di Indonesia.
Desember 2015, Tsingshan Holding Group, Ruipu Technology Group Co., Ltd., PT Indonesia Morowali Industrial Park bekerja sama mendirikan PT Indonesia Ruipu Nickel and Chrome Alloy di Indonesia, mendirikan pabrik high-carbon ferrochrome 600.000 ton per tahun dengan fasitas pendukung pabrik kokas dan pabrik baja nirkarat cold rolled 700.000 ton di Kabupaten Morowali Provinsi Sulawesi Tengah Indonesia. /imip
Desember 2015, Tsingshan Holding Group, Ruipu Technology Group Co., Ltd., PT Indonesia Morowali Industrial Park bekerja sama mendirikan PT Indonesia Ruipu Nickel and Chrome Alloy di Indonesia, mendirikan pabrik high-carbon ferrochrome 600.000 ton per tahun dengan fasitas pendukung pabrik kokas dan pabrik baja nirkarat cold rolled 700.000 ton di Kabupaten Morowali Provinsi Sulawesi Tengah Indonesia. /imip

Bisnis.com, JAKARTA — Produsen baja dan nikel China Tsingshan berencana membangun fasilitas energi bersih berkapasitas 2000 MW di Indonesia dalam 3—5 tahun ke depan.

Perusahaan akan membangun pembangkit listrik tenaga surya dan angin serta fasilitas pendukung di kawasan industri Tsingshan dan Teluk Weda di Indonesia. Pabrik tersebut akan memasok listrik untuk produksi perusahaan bahan mentah yang digunakan dalam baterai kendaraan listrik, memastikan operasinya mengeluarkan nol emisi karbon dioksida.

Tsingshan juga akan membangun proyek pembangkit listrik tenaga air 5.000 MW di Indonesia untuk lebih memastikan pasokan energi bersih. Sayangnya, seperti dikutip dari www.argusmedia.com, Kamis (11/3/2021) kapan proyek akan dilaksanakan belum jelas.

Perusahaan awal bulan ini mengumumkan akan memasok nikel matte, bahan baku utama untuk memproduksi nikel sulfat, ke pabrik peleburan kobalt domestik Huayou Cobalt dan produsen bahan energi baru CNGR.

Sebelumnya, PT Freeport Indonesia dan Tsingshan Steel dikabarkan akan membangun smelter tembaga berkapasitas 2,4 juta ton di Weda Bay, Halmahera Tengah, Maluku.

Deputi Bidang Koordinasi Investasi dan Pertambangan Kemenko Marves Septian Hario Seto mengatakan bahwa biaya investasi pembangunan smelter itu akan membutuhkan anggaran senilai US$2,5 miliar.

Selama masa penjajakan dengan Tsingshan, pembangunan smelter di kawasan industri JIIPE, Gresik masih akan terus berjalan.

“Nanti akan masih negosiasi sementara akan tetap jalan Freeport akan tentukan. Di Weda Bay 2,4 juta ton besar sih. 2,4 juta ton input konsentrat,” ujarnya dalam konferensi pers virtual, Jumat (5/2/2021).

Septian mengungkapkan bahwa pemerintah tetap mematok target penyelesaian pembangunan smelter yang sama pada kerja sama antara Freeport dan Tsingshan yakni Desember 2023.

Pihak Thingshan harus memberi kepastian kepada pemerintah terkait lini masa proyek itu nantinya. Namun, pemerintah optismistis perusahaan asal China itu bisa menyelesaikan proyek smelter itu tepat waktu jika mengacu pada pengalamannya di Morowali.

“Desember 2023, sama target tidak berubah,” jelasnya.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Zufrizal
Editor : Zufrizal
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper