Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Krisis Chip Semikonduktor, Joe Biden Turun Tangan

Pemerintahan AS akan memastikan bahwa pasokan chip semikonduktor dapat memenuhi permintaan.
Reni Lestari
Reni Lestari - Bisnis.com 25 Februari 2021  |  11:22 WIB
Ilustrasi chip -  Bloomberg
Ilustrasi chip - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA - Presiden Amerika Serikat Joe Biden mengatakan dia mengarahkan pemerintahannya untuk mengatasi kekurangan dalam produksi semikonduktor yang telah menghentikan produksi di beberapa pabrik mobil. Dia menandatangani perintah untuk meninjau rantai pasokan chip di Amerika Serikat.

"Kami perlu memastikan bahwa rantai pasokan aman dan dapat diandalkan. Saya mengarahkan pejabat senior dalam administrasi saya untuk bekerja dengan para pemimpin industri guna mengidentifikasi solusi untuk kekurangan semikonduktor ini," katanya, dilansir Bloomberg, Kamis (25/2/2021).

Masalah ini semakin mendesak karena kekurangan chip global akan membahayakan pertumbuhan AS di tengah upaya pemulihan ekonomi. Beberapa pembuat mobil memotong jam kerja dan serikat pekerja meningkatkan kewaspadaan tentang prospek PHK.

Perintah eksekutif Biden juga menggarisbawahi upaya mengakhiri ketergantungan negara pada China dan negara lainnya untuk barang-barang penting. Peninjauan 100 hari administrasi akan mencakup chip dengan baterai berkapasitas besar, obat-obatan dan mineral penting serta bahan strategis lain.

Perintah tersebut tidak secara langsung menyebut China atau negara mana pun. Namun, pejabat Gedung Putih mengatakan ketergantungan yang berlebihan pada Beijing dan negara lain untuk barang-barang penting adalah risiko utama yang harus diatasi.

Pejabat yang mengetahui masalah ini mengatakan bahwa peninjauan Biden dapat mengarah pada insentif keuangan, tarif atau perubahan dalam kebijakan pengadaan, di antara opsi lainnya. Dia menambahkan, pemerintah berencana untuk mempertimbangkan cara-cara untuk mendorong produksi barang-barang utama di AS atau bekerja dengan sekutu untuk memproduksi barang-barang itu.

Pada Rabu (24/2/2021), Biden bertemu dengan sekelompok anggota parlemen dari kedua belah pihak di Gedung Putihuntuk membahas kekurangan semikonduktor dan cara untuk memperkuat rantai pasokan.

Perwakilan Partai Republik Michael McCaul yang termasuk di antara mereka yang bertemu dengan presiden mengatakan Biden sepenuhnya mendukung upaya untuk mendanai undang-undang semikonduktor.

Pemimpin Mayoritas Senat Chuck Schumer mengatakan dia meminta Demokrat dan Republik untuk menyusun undang-undang yang bertujuan meningkatkan daya saing AS dengan China di bidang manufaktur dan teknologi, termasuk memperkuat pasokan semikonduktor buatan dalam negeri.

Dia mengatakan anggota parlemen harus mempertimbangkan pengeluaran darurat yang signifikan untuk membangun kembali kapasitas produksi semikonduktor AS.

Sementara itu, penasihat ekonomi utama Biden, Brian Deese, minggu lalu meminta bantuan pemerintah Taiwan dalam menyelesaikan situasi chip. Upaya itu mengikuti permohonan sebelumnya dari pejabat Jepang dan Eropa untuk bantuan Taiwan dalam memastikan pasokan.

Pemerintahan Biden juga telah meminta kedutaan besar AS di seluruh dunia untuk mengidentifikasi bagaimana negara asing dan perusahaan yang memproduksi chip dapat membantu mengatasi kekurangan global dan memetakan langkah-langkah yang diambil hingga saat ini.

Kekurangan tersebut sebagian besar terkait dengan pandemi. Era bekerja dari rumah yang dimulai saat pandemi mengharuskan orang-orang tak bepergian, mendorong permintaan melebihi level yang diproyeksikan oleh pembuat chip. Pembatasan pergerakan menyebabkan pertumbuhan dalam penjualan produk seperti laptop dan peralatan jaringan rumah.

Industri semikonduktor telah mendorong presiden untuk memasukkan keringanan pajak dan insentif keuangan lainnya dalam paket legislatif berikutnya untuk memacu investasi dan penelitian di AS. Namun upaya ini akan memakan waktu berbulan-bulan untuk melewati Kongres.

Perintah Biden mengarahkan tinjauan khusus industri yang berfokus pada pertahanan, kesehatan publik dan kesiapan biologis, teknologi komunikasi informasi, transportasi, energi, dan produksi makanan.

Memproduksi lebih banyak obat dan bahan bakunya di AS dapat melalui proses persetujuan selama bertahun-tahun untuk memulai produksi di pabrik baru. Hal ini juga dapat menyebabkan peningkatan emisi etilen oksida, bahan kimia karsinogenik yang digunakan untuk mensterilkan peralatan gelas dan botol.

Tidak jelas persis berapa banyak produksi farmasi yang dilakukan di luar negeri, karena pembuat obat tidak mengungkapkan di mana barang mereka dibuat. Menurut Food and Drug Administration, pada 2019, 72 persen fasilitas yang membuat bahan farmasi aktif untuk pasar AS berlokasi di negara lain.

Menurut seorang pejabat, tim Biden akan mengambil pelajaran dari krisis saat ini tentang chip dan kekurangan alat pelindung diri yang melanda AS tahun lalu. Perintah eksekutifnya dirancang untuk membantu AS mengatasi krisis di masa depan sebelum terjadi.

Menurut Gedung Putih, perintah tersebut menyerukan peninjauan rantai pasokan setiap empat tahun dan mengarahkan administrasi untuk berkonsultasi dengan kelompok luar, termasuk bisnis, akademisi, serikat pekerja dan pemerintah negara bagian dan lokal.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

semikonduktor Joe Biden

Sumber : Bloomberg

Editor : Aprianto Cahyo Nugroho

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top