Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Sri Mulyani Tegaskan Pemotongan Libur Lebaran Tak Pengaruhi Insentif PPnBM

Relaksasi ini diprediksi dapat terjadi peningkatan produksi yang akan mencapai 81.752 unit. Estimasi terhadap penambahan output industri otomotif akan dapat menyumbangkan pemasukan negara sebesar Rp1,4 triliun.
Jaffry Prabu Prakoso
Jaffry Prabu Prakoso - Bisnis.com 23 Februari 2021  |  19:47 WIB
Pengunjung mengamati mobil baru yang dipamerkan di pusat perbelanjaan di Bandung, Jawa Barat, Kamis (14/3/2019). - Bisnis/Rachman
Pengunjung mengamati mobil baru yang dipamerkan di pusat perbelanjaan di Bandung, Jawa Barat, Kamis (14/3/2019). - Bisnis/Rachman

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani menegaskan bahwa aturan pelaksanaan terkait insentif pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) masih dalam pembahasan instansinya.

“Kita akan segera keluarkan. Sekarang dalam proses finalisasi dan harmonisasi. Seperti yang ditegaskan, ini akan berlaku mulai 1 maret,” katanya pada konferensi virtual APBN KITA, Selasa (23/2/2021).

Dengan mempertimbangkan kondisi ekonomi saat ini, relaksasi akan dilakukan secara bertahap. Stimulus PPnBM dilakukan sepanjang tahun 2021 dengan skenario PPnBM 100 persen (Maret-Mei), 50 persen (Juni-Agustus), dan 25 persen (September-November).

Adanya relaksasi ini diprediksi dapat terjadi peningkatan produksi yang akan mencapai 81.752 unit. Estimasi terhadap penambahan output industri otomotif akan dapat menyumbangkan pemasukan negara sebesar Rp1,4 triliun.

Di sisi lain, pemerintah juga memotong cuti bersama pada hari raya Idulfitri. Sri Mulyani memastikan insentif tidak akan berpengaruh pada pemotongan cuti bersama.

“Kita berharap masyarakat akan merespon. Ini diharapkan meningkatkan pembelian kendaraan bermotor dan mendorong industri otomotif Indonesia yang supply chain sangat penting dalam ekonomi kita,” jelasnya.

Sebelumnya Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira Adhinegara mengatakan bahwa penjualan kendaraan roda empat biasanya naik jelang lebaran.

Tradisi masyarakat kelas menengah umumnya ingin silaturahmi di kampung halaman dengan mobil baru. Kepemilikan transportasi darat tersebut dianggap sebagai kesuksesan seseorang.

“Harusnya pemerintah fokus dulu pada pengendalian dan menahan diri untuk mengeluarkan insentif kepada masyarakat agar bepergian. Dikhawatirkan tanpa konsistensi kebijakan, hasilnya akan merugikan pemulihan ekonomi,” ucapnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sri mulyani PPnBM
Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top