Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Sri Mulyani Bilang Belanja Kementerian Alami Akselerasi di Awal Tahun, Ini Pemicunya

Akselerasi ini didorong oleh penanganan Covid-19 di awal tahun, a.l. pencairan bantuan sosial, serta belanja pelayanan kesehatan di rumah sakit, pembayaran kontrak multi years yang sudah selesai pengerjaannya, dan percepatan lelang pembangunan infrastruktur.
Hadijah Alaydrus
Hadijah Alaydrus - Bisnis.com 23 Februari 2021  |  14:56 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani memaparkan rancangan APBN 2021 dalam konferensi pers virtual, Selasa (1/12/2020)  -  Foto: Kemenkeu RI
Menteri Keuangan Sri Mulyani memaparkan rancangan APBN 2021 dalam konferensi pers virtual, Selasa (1/12/2020) - Foto: Kemenkeu RI

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani mengungkapkan realisasi belanja Kementerian atau Lembaga sepanjang Januari 2021 mengalami akselerasi dibanding tahun lalu.

Dia mengatakan kondisi ini utamanya didorong oleh penanganan Covid-19 di awal tahun, a.l. pencairan bantuan sosial (PKH, kartu sembako dan bantaun sosial tunai) serta belanja pelayanan kesehatan di rumah sakit, pembayaran kontrak multi years yang sudah selesai pengerjaannya, dan percepatan lelang pembangunan infrastruktur.

Untuk bantuan sosial, realisasi anggaran Kemensos di awal tahun ini telah mencapai Rp17,6 triliun atau 19 persen terhadap APBN 2021. Seperti diketahui, Kemensos mendapatkan anggaran sebesar Rp92,8 triliun.

Sementara itu, pembayaran kontrak multi years juga telah dilakukan Kementerian PUPR terutama untuk infrastruktur sumber daya air.

Adapun, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) realisasi anggaran pada Januari 2021 mencapai Rp4,2 triliun atau 5 persen terhadap APBN. Anggaran untuk Kemenkes Rp84,3 triliun.

Sri Mulyani menegaskan realisasi anggaran Kementerian Kesehatan akan mengalami akselerasi pada Februari 2021.

"Nanti akan terjadi akselerasi karena alokasi untuk kesehatan juga akan melonjak," ujar Sri Mulyani, Selasa (23/2/2021).

Kondisi ini dipicu oleh tagihan dari perawatan para penderita Covid-19 dan juga untuk vaksinasi yang sudah mulai diakselerasi. Dia yakin ini akan berlanjut pada bulan-bulan mendatang karena adanya vaksinasi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

apbn sri mulyani kementerian kesehatan kementerian sosial
Editor : Jaffry Prabu Prakoso
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top