Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ini Target Izin Penggunaan Darurat Vaksin Merah Putih Terbit

LBM Eijkman menargetkan waktu terbit izin penggunaan darurat Vaksin Merah Putih dari Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM).
Rahmad Fauzan
Rahmad Fauzan - Bisnis.com 18 Februari 2021  |  10:58 WIB
Peneliti beraktivitas di ruang riset vaksin Merah Putih di kantor Bio Farma, Bandung, Jawa Barat, Rabu (12/8/2020). Vaksin COVID-19 buatan Indonesia yang diberi nama vaksin Merah Putih tersebut ditargetkan selesai pada pertengahan tahun 2021. ANTARA FOTO - Dhemas Reviyanto
Peneliti beraktivitas di ruang riset vaksin Merah Putih di kantor Bio Farma, Bandung, Jawa Barat, Rabu (12/8/2020). Vaksin COVID-19 buatan Indonesia yang diberi nama vaksin Merah Putih tersebut ditargetkan selesai pada pertengahan tahun 2021. ANTARA FOTO - Dhemas Reviyanto

Bisnis.com, JAKARTA - Lembaga Biologi dan Molekuler (LBM) Eijkman menargetkan izin penggunaan darurat (emergency use authorization/EUA) Vaksin Merah Putih (VMP) bakal dikeluarkan oleh Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) dalam rentang pertengahan 2022 hingga awal 2023.

Kepala LBM Eijkman Amin Soebandrio mengatakan terdapat tiga subplatform vaksin yang akan secara bertahap diterbitkan EUAnya. Penerbitan EUA tahap kedua dikatakan dilakukan sekitar 6 bulan setelah tahap pertama.

"EUA-nya diperkirakan pertengahan tahun depan. Namun, ada vaksin yang selesainya belakangan dan diperkirakan rampung enam bulan setelah EUA tahap pertama dikeluarkan," ujar Amin kepada Bisnis.com, Rabu (17/2/2021).

Sejauh ini, sambungnya, Eijkman masih mengebut proses pembibitan agar segera dapat diserahkan kepada PT Bio Farma (Persero) pada akhir Februari 2021. Setelah itu, akan langsung dilanjutkan dengan formulasi dan uji klinis.

"Kalau semua proses dilalui dengan prosedur yang biasa, kami merperkirakan uji klinis 1 dan 2 dilakukan pada kuartal keempat tahun ini. Diharapkan, baru selesai kuartal I atau paling lambat kuartal II tahun depan," lanjutnya.

Sebelumnya, Juru Bicara dan Sekretaris Perusahaan PT Bio Farma (Persero) Bambang Heriyanto mengatakan target rampungnya pengembangan Vaksin Merah Putih juga sudah dilengkapi dengan asumsi tidak terjadi kegagalan dalam proses pengembangannya di Bio Farma.

Untuk vaksin baru, sambungnya, harus ada proses optimasi dan upscaling terlebih dahulu dari skala laboratorium sampai dengan skala produksi. Kemudian, proses yang cukup lama akan terjadi pada fase uji praklinis terhadap hewan, uji klinis fase 1–3 terhadap manusia.

"Jika salah satu fase tidak memenuhi syarat, maka pengembangan vaksin kembali ke awal," kata Bambang kepada Bisnis.com.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Vaksin Covid-19
Editor : Rio Sandy Pradana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top