Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pengembang Diminta Pahami Kewajiban Soal Aset Pemerintah

Pengembang properti diminta menunaikan kewajiban lahan yang akan dijadikan aset milik pemerintah. Pengembang diminta memahami hak dan kewajibannya.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 29 Januari 2021  |  23:37 WIB
Ilustrasi wajah properti Jakarta./Antara - Indrianto Eko Suwarso
Ilustrasi wajah properti Jakarta./Antara - Indrianto Eko Suwarso

Bisnis.com, JAKARTA – Pemerintah Kota Jakarta Barat, Provinsi DKI Jakarta, meminta pengembang yang membangun properti di wilayahnya untuk menunaikan kewajiban lahan yang akan dijadikan aset milik pemerintah.

Wali Kota Jakarta Barat Uus Kuswanto mengungkapkan bahwa kewajiban pengembang yakni SPPT (Surat Pemberitahuan Pajak Terutang), yang dianggap sebagai salah satu bukti penanda kepemilikan tanah, kerap kali bermasalah.

"Di lapangan, bahan yang untuk dijadikan aset ke pemerintah, belum tersertifikasi," ujar Uus di Jakarta pada Jumat (29/1/2021).

Dengan demikian, menurut Uus, pada saat diterbitkan sertifikatnya, juga akan menjadi masalah jika kewajiban itu belum diserahkan, dan baru bahan asetnya yang diserahkan ke pemerintah.

Masalah kedua, aset tersebut sudah ada, tetapi tidak terpelihara dengan baik, karena belum tersertifikasi atas nama pemerintah, atas nama pengembang, atau yang memiliki kewajiban, tetapi belum diserahkan ke pemerintah.

"Dengan demikian, terjadi perubahan dari yang semestinya jadi hak pemerintah, ini menjadi masalah yang menyangkut hak aset," ujarnya.

Dia menjelaskan Jakarta Barat merupakan daerah pengembangan dengan banyak lahan yang semula merupakan daerah rawa-rawa atau lahan kosong menjadi pemukiman atau perumahan. Terkait dengan hal itulah Uus menekankan kepada pengembang untuk memahami hak dan kewajibannya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bisnis properti

Sumber : Antara

Editor : M. Syahran W. Lubis

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top