Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

ATI Dorong Implementasi Transaksi Tol Nirsentuh Berbasis MLFF

Menurut ATI, pemilik teknologi nirsentuh harus berdiskusi dengan BUJT untuk mengatur bisnis penggunaan teknologi nirsentuh dalam transaksi tol. 
Andi M. Arief
Andi M. Arief - Bisnis.com 29 Januari 2021  |  17:31 WIB
Gerbang tol Manado di ruas jalan tol Manado tol Manado-Bitung di Sulawesi Utara. - Jasa Marga
Gerbang tol Manado di ruas jalan tol Manado tol Manado-Bitung di Sulawesi Utara. - Jasa Marga

Bisnis.com, JAKARTA — Asosiasi Jalan Tol Indonesia belum mendapatkan perkembangan terkait model bisnis, harga, maupun detail rencana penerapan teknologi nirsentuh di jalan tol. Namun, asosiasi itu menilai teknologi nirsentuh atau multi-lane free flow (MLFF) merupakan masa depan transaksi  tol nasional. 

Sekretaris Jenderal Asosiasi Jalan Tol Indonesia (ATI) Krist Ade Sudiyono mengatakan bahwa cetak biru pengembangan operasional jalan tol mengarah pada modernisasi transaksi tol berbasis teknologi. Adapun, seluruh riset ATI saat ini mengacu pada penerapan teknologi nirsentuh. 

"Penerapan teknologi ini dapat memberi nilai tambah untuk industri jalan tol, antara lain efisiensi operasional, keamanan data, dan kenyamanan pengguna jalan tol," katanya melalui siaran pers, Jumat (29/1/2021). 

Krist menilai pemilik teknologi transaksi tol nirsentuh dapat menjadi mitra alternatif badan usaha jalan tol (BUJT) di penjuru negeri.

Menurutnya, pemilik teknologi nirsentuh harus berdiskusi dengan BUJT untuk mengatur bisnis penggunaan teknologi nirsentuh dalam transaksi tol. 

Belum lama ini, Roatex Ltd. ditetapkan sebagai pemenang proyek konstruksi sistem transaksi tol nirsentuh dan nontunai berbasis MLFF oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Roatex menargetkan dapat menyelesaikan implementasi sistem tersebut pada akhir 2022. 

Chief Representative Roatex Musfihin Dahlan mengatakan pihaknya diberikan waktu selama 12 bulan untuk menyelesaikan proyek tersebut. Musfihin berujar teknologi MLFF tersebut paling cepat dapat diimplementasikan pada awal 2022.

“Pertengahan tahun ini kami mulai konstruksi, tapi itu subject pada perjanjian konsesi kerja sama dengan pemerintah. Awal 2022, sebagian [teknologi sistem TTNN] sudah bisa implementasi. Akhir 2022, [seluruh ruas tol di] Jawa-Bali kami harapkan sudah bisa [terpasang teknologi kami]," katanya kepada Bisnis, Jumat (29/1/2021).

MLFF merupakan teknologi transaksi tol nontunai nirsentuh dalam rangka meningkatkan efisiensi sistem transaksi dan pelayanan di jalan tol.

MLFF adalah proses pembayaran tol tanpa berhenti yang berarti pengguna jalan tol tidak harus menghentikan kendaraannya di gerbang tol. Hal ini dapat terlaksana jika perilaku pengguna jalan tol sudah terbiasa dengan pembayaran dengan nontunai.

Badan Pengatur Jalan TOl (BPJT) menyatakan bahwa penerapan single lane free flow (SLFF) sebagai tahap pertama mengingat teknologi nirsentuh digunakan tanpa adanya peralihan teknologi. Adapun, metode MLFF akan digunakan pada awal 2022.

Musfihin menyampaikan pihaknya akan melewati tahap penerapan SLFF dan langsung menerapkan MLFF. Adapun, pihaknya berencana untuk memulai pengujian sistem TTNN berbasis MLFF pada kuartal I/2022.

"Pertengahan 2022 [target progresnya] sudah 50 persen, tapi kami ikut BPJT, kan kami mengerjakan proyeknya BPJT," ucapnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jalan tol asosiasi jalan tol
Editor : Zufrizal
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top