Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Setelah Jalani "Ramp Check", Batik Air Laik Operasi?

Tujuan ramp check untuk menjamin penyelenggaraan angkutan penumpang berjadwal di lingkungan Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta.
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 17 Januari 2021  |  18:53 WIB
Pesawat Batik Air di Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta, Rabu (14/2/2019). Bisnis - Nurul Hidayat
Pesawat Batik Air di Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta, Rabu (14/2/2019). Bisnis - Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA – Pesawat Batik Air menjalani pemeriksaan, pengecekan dan inspeksi terhadap persiapan dan pelaksanaan operasional penerbangan (ramp check) yang dipimpin langsung oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi pada Minggu (17/1/2021).

Corporate Communication Strategic Lion Air Group Danang Mandala Prihantoro mengatakan tujuan ramp check untuk menjamin penyelenggaraan angkutan penumpang berjadwal di lingkungan Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta. Objek pemeriksaan meliputi unsur administrasi, sumber daya manusia (petugas layanan darat dan awak pesawat), sistem menyeluruh pada pesawat udara serta unsur teknis lainnya.

“Dari hasil ramp check yang telah dilaksanakan bahwa untuk armada Batik Air dinyatakan laik beroperasi (airworthy for flight),” ujarnya melalui siaran pers, Minggu (17/1/2021).

Dia menuturkan, Batik Air mengucapkan terima kasih atas kerja sama, koordinasi pelaksanaan ramp check hari ini. Berbagai rekomendasi dan referensi yang Batik Air terima akan selalu dianalisis dan dijalankan sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas layanan.

Batik Air juga menyampaikan terima kasih kepada regulator, pemerintah daerah, pengelola bandar udara, pengatur lalu lintas udara serta mitra yang telah mendukung kelancaran operasional Batik Air selama ini. Ke depan, sinergitas akan terus terjalin dan terlaksana secara tepat.

Pada 2013 hanya mengoperasikan satu Boeing 737-900ER, kini kekuatan Batik Air didukung pesawat berteknologi modern terdiri dari 44 Airbus 320-200CEO (12 kelas bisnis dan 144 kelas ekonomi), enam Boeing 737-900ER (12 kelas bisnis dan 168 kelas ekonomi), 25 Boeing 737-800NG (12 kelas bisnis dan 150 kelas ekonomi) serta satu Airbus 320-200NEO (12 kelas bisnis dan 144 kelas ekonomi).

Danang menyebutkan dengan pengoperasian pesawat generasi terbaru diharapkan meningkatkan kualitas pelayanan dan pengalaman para tamu ketika in-flight di kelas premium services airlines serta diharapkan bisa menambah tingkat kepercayaan dan loyalitas dari para tamu kepada Batik Air.

Sejauh ini Batik Air melayani konektivitas terjangkau dan mempunyai frekuensi penerbangan mencapai lebih dari 180 per hari dengan rata-rata tingkat ketepatan waktu (OTP) 92.63 persen.

Grup maskapai milik Rusdi Kirana tersebut telah memperoleh sertifikasi IATA Operational Safety Audit (IOSA) dari International Air Transport Association (IATA) ketiga kalinya. Hal ini, kata dia, menunjukkan bahwa, pertama, level keselamatan di seluruh organisasi Batik Air meningkat. Kedua, citra layanan di mata publik dan tamu semakin membaik. Ketiga, aspek kualitas dalam industri penerbangan sesuai standar internasional.

“Batik Air bersama Lion Air Group merefleksikan fokus untuk mampu menghadapi tantangan kondisi sekarang dan pengkajian peluang serta bisa kembali terbang melayani para tamu. Batik Air memastikan dapat mematuhi semua peraturan dan persyaratan yang ditetapkan oleh regulator,” katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pesawat transportasi batik air
Editor : Ropesta Sitorus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top