Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Sandiaga Temui Sri Mulyani, Dana Hibah dan Pinjaman Lunak Jadi Topik Bahasan

Ada 2 pokok pembicaraan antara keduanya. Pertama, anggaran hibah di 2021 dan pinjaman lunak untuk pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif. Kedua, pariwisata berkelanjutan.
Hadijah Alaydrus
Hadijah Alaydrus - Bisnis.com 12 Januari 2021  |  09:06 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani memaparkan rancangan APBN 2021 dalam konferensi pers virtual, Selasa (1/12/2020)  -  Foto: Kemenkeu RI
Menteri Keuangan Sri Mulyani memaparkan rancangan APBN 2021 dalam konferensi pers virtual, Selasa (1/12/2020) - Foto: Kemenkeu RI

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno telah melakukan pertemuan dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati guna membahas anggaran hibah dan pinjaman lunak bagi pelaku usaha serta pengembangan pariwisata berkelanjutan.

Menurut Sandiaga, dikutip dari unggahan di Instagramnya @sandiuno, pertemuan itu dilakukan untuk menindaklanjuti diskusi dengan masyarakat ekonomi kreatif dan pemangku kepentingan masyarakat pelaku pariwisata daerah maupun pusat.

"Saya baru saja bertemu dengan Menteri Keuangan, Ibu @smindrawati menindak lanjuti diskusi saya bersama teman-teman pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif selama kunjungan di dua minggu terakhir ini," tulisnya di Instagram, Senin (11/1/2021).

Ada dua pokok pembicaraan antara keduanya, ungkap Sandiaga.

Pertama, anggaran hibah di 2021 dan pinjaman lunak untuk pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif.

Dari hibah pariwisata di 2020 ada sekitar 70 persen yang terserap dan sisanya karena ada keterbatasan regulasi dan waktu, belum bisa terserap.

"Harapan dari sektor pariwisata dan ekonomi kreatif agar ini bisa dilanjutkan, diperluas, dan diperbanyak karena jutaan lapangan kerja di sektor ini hilang akibat pandemi Covid-19, dan saatnya kita menciptakan kembali peluang usaha dan lapangan kerja tersebut," ujar Sandi

Kedua, dia menyampaikan rencana menjadikan pariwisata dalam negeri sebagai pariwisata yang berkelanjutan, dan memberi masukan agar pembiayaan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif tak melulu bergantung pada APBN, melainkan terbuka bagi pihak-pihak lain yang mendukung sektor pariwisata berbasis lingkungan hidup.

"Selanjutnya, saya mendorong Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) agar lebih membantu ekonomi kreatif terutama yang di daerah."

Selain dua hal tersebut, Sandiaga mengatakan dia telah mendapatkan lampu hijau dari Sri Mulyani agar bisa membuka komunikasi dengan lembaga pembiayaan yang berada di bawah naungan Kemenkeu yaitu PT Sarana Multi Infrastruktur terkait dengan kerjasama pembiayaan lainnya di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif tersebut.

Dikutip dari Tempo, Sandiaga dan Sri Mulyani juga membahas mengenai pengembangan lima destinasi super-prioritas. Pada 2021, Sandiaga mengatakan ada Rp7,6 triliun anggaran mengenai proyek tersebut dengan sebesar Rp1,6 triliun.

"Kita harus mampu untuk menghadirkan satu kebijakan dan anggaran yang fast action yang bisa membantu bagaimana lebih mengarah kepada rakyat seperti hibah langsung kepada rakyat," ujar Sandiaga.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sri mulyani sandiaga uno
Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top