Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Survei BI Minggu Ketiga Desember, Denyut Inflasi Masih Minim

Penyumbang utama inflasi yaitu cabai merah sebesar 0,08% (month-to-month/mtm), telur ayam ras sebesar 0,06% (mtm), dan cabai rawit sebesar 0,04% (mtm).
Maria Elena
Maria Elena - Bisnis.com 18 Desember 2020  |  14:21 WIB
Survei BI Minggu Ketiga Desember, Denyut Inflasi Masih Minim
Pedagang menata sayuran yang dijual di Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Senin (27/1/2020). - ANTARA / Sigid Kurniawan
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Survei Pemantauan Harga (SPH) pada minggu III Desember 2020 memperlihatkan laju inflasi sebesar 0,36 persen.

Dengan perkembangan tersebut, perkiraan inflasi 2020 sebesar 1,60% (year-on-year/ yoy).

Direktur Eksekutif Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI) Erwin Haryono mengatakan penyumbang utama inflasi yaitu cabai merah sebesar 0,08% (month-to-month/mtm), telur ayam ras sebesar 0,06% (mtm), cabai rawit sebesar 0,04% (mtm), tomat sebesar 0,03% (mtm), daging ayam ras sebesar 0,02% (mtm), minyak goreng, jeruk, wortel, dan tarif angkutan udara masing-masing sebesar 0,01% (mtm).

Sementara itu, komoditas yang menyumbang deflasi pada periode laporan berasal dari komoditas emas perhiasan sebesar -0,05% (mtm) dan bawang merah sebesar -0,01% (mtm).

"Bank Indonesia akan terus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah dan otoritas terkait untuk memonitor secara cermat dinamika penyebaran Covid-19 dan dampaknya terhadap perekonomian Indonesia dari waktu ke waktu, serta langkah-langkah koordinasi kebijakan lanjutan yang perlu ditempuh untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan, serta menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap baik dan berdaya tahan," ujar Erwin, Jumat (18/12/2020).

Sebelumnya, Gubernur BI Perry Warjiyo mengungkapkan perkiraan inflasi 2020 lebih rendah dari batas bawah target inflasi sebesar 2 persen. Baru, di 2021, BI yakin laju inflasi bisa kembali ke sasarannya 2 persen - 4 persen.

BI konsisten menjaga stabilitas harga dan memperkuat koordinasi kebijakan dengan pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah melalui Tim Pengendali Inflasi (TPI dan TPID), guna mengendalikan inflasi sesuai kisaran targetnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bank indonesia Inflasi
Editor : Hadijah Alaydrus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top