Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Pertagas Raih Proper Emas

Tahun ini, Proper 2020 memberikan Peringkat Emas kepada 32 perusahaan. Kementerian LHK mencatat, terjadi efisiensi energi mengalami penurunan dari 663.903.297 giga joule pada 2019 menjadi 430.244.918 GJ pada tahun ini.
David Eka Issetiabudi
David Eka Issetiabudi - Bisnis.com 14 Desember 2020  |  20:13 WIB
Pertagas Raih Proper Emas
Ilustrasi - Antara/Irsan Mulyadi
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - PT Pertamina Gas mempertahankan prestasi dalam kategori penilaian kinerja lingkungan dan pemberdayaan masyarakat yaitu Proper Emas untuk Operation East Java Area.

Direktur Teknik & Operasi Pertagas Rosa Permata Sari menjelaskan pihaknya berupaya melakukan langkah strategis untuk mempertahankan kinerja, seperti efektifitas biaya, menjalankan proyek baru, hingga mempertahankan kematangan operasional.

"Proper Emas menjadi bukti nyata komitmen Pertagas, bahwa bertahan dan beradaptasi harus dilakukan bersama-sama dengan masyarakat," kata Rosa, dalam keterangan tertulis, Senin (14/12/2020).

Penghargaan yang diselenggarakan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) tersebut diserahkan langsung oleh Menteri KLHK Siti Nurbaya dan diterima oleh Direktur Teknik & Operasi Pertagas Rosa Permata Sari pada hari ini di Manggala Wanabakti.

Selain Operation East Java Area yang berhasil meraih predikat PROPER Emas, Pertagas juga membawa pulang 3 Proper Hijau untuk Operation West Java Area, Operation Kalimantan Area, dan Operation South Sumatra Area.

Raihan Proper Emas untuk Pertagas menjadi yang kedua kalinya. Pada gelaran sebelumnya, Pertagas meraih predikat Emas untuk pertama kali dalam ajang PROPER 2019.

Tahun ini, Proper 2020 memberikan Peringkat Emas kepada 32 perusahaan. Kementerian LHK mencatat, terjadi efisiensi energi mengalami penurunan dari 663.903.297 giga joule pada 2019 menjadi 430.244.918 GJ pada tahun ini.

Upaya pengurangan, pemanfaatan kembali dan daur ulang Limbah B3 dan non B3 juga mengalami penurunan berturut-turut dari 17.756.918 Ton menjadi 16.403.947 Ton dan 9.925.613 Ton menjadi 5.029.181.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pertagas
Editor : David Eka Issetiabudi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top