Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Waspada Tekfin Ilegal, Berikut Ciri dan Tips dari OJK

Secara rutin, OJK melalui Satuan Tugas Waspada Investasi menyisir dan menutup, serta mempublikasikan daftar tekfin ilegal yang beroperasi di tengah masyarakat.
Media Digital
Media Digital - Bisnis.com 04 Desember 2020  |  16:26 WIB
Gambar: Dok. ojkindonesia
Gambar: Dok. ojkindonesia

Bisnis.com, JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus melakukan penyisiran terhadap perusahaan dan aplikasi teknologi finansial (tekfin) untuk melindungi masyarakat dari kerugian yang ditimbulkan dari kegiatan usahanya.

Secara rutin, OJK melalui Satuan Tugas Waspada Investasi menyisir dan menutup, serta mempublikasikan daftar tekfin ilegal yang beroperasi di tengah masyarakat.

OJK sendiri sebenarnya selalu membuka pintu kepada pelaku tekfin yang ingin beroperasi dan mengikuti aturan di dalam negeri. Mengutip data otoritas, hingga 28 November 2020 setidaknya ada 153 perusahaan tekfin peer to peer lending yang terdaftar atau berizin.

Dari jumlah tersebut, ada 117 perusahaan tekfin peer to peer lending yang terdaftar di OJK, 36 perusahaan yang berizin. Data tersebut juga menyebut 142 perusahaan peer to peer lending konvensional yang beroperasi, dan 11 perusahaan sisanya berbasiskan syariah.

Agar masyarakat lebih berhati-hati, OJK pun merilis sejumlah ciri dan cara mengenali perusahaan tekfin lending ilegal. Berikut uraiannya :

Tidak Memiliki Legalitas

Perusahaan tekfin lending ilegal dipastikan tidak terdaftar atau memiliki izin dari OJK.

Mengenakan Bunga, Denda, dan Biaya Tinggi

Dalam menjalankan operasinya, perusahaan tekfin lending ilegal menerapkan bunga, denda, dan biaya lain yang sangat tinggi. Bahkan, hal tersebut juga tidak diatur jelas dalam perjanjian.

Proses Penagihan Tidak Beretika

Perusahaan tekfin lending ilegal biasanya melakukan penagihan dilakukan dengan cara yang tidak beretika, bahkan kasar atau dengan ancaman dan dilakukan oleh penagih yang tidak bersertifikat penagihan.

Akses Data Pribadi Berlebihan

Perusahaan tekfin lending ilegal akan meminta akses data konsumen tidak hanya melalui kamera, mikrofon, dan lokasi saja sebagaimana ketentuan OJK.

Pengaduan Tak Tertangani

Perusahaan tekfin ilegal tidak memiliki layanan pengaduan. OJK dan AFPI tidak juga menangani pengaduan konsumen tekfin lending ilegal. Namun, pengaduan dapat dilakukan ke polisi atau Satgas Waspada Investasi (SWI).

Lokasi Kantor Tidak Jelas

Lokasi kantor perusahaan tekfin lending ilegal umumnya tidak diketahui, bahkan sebagian dioperasikan dari luar negeri sehingga susah untuk diselesaikan jika terjadi kasus.

SMS Spam

Perusahaan tekfin lending ilegal sering kali menggunakan SMS spam untuk menawarkan produk. Berbeda dengan tekfin lending legal yang dilarang menawarkan melalui sarana komunikasi pribadi tanpa izin.

Lalu, bagaimana cara memanfaatkan kemajuan teknologi untuk pinjaman secara bijak? OJK juga memberikan sejumlah tips agar masyarakat tidak terjerat dengan pinjaman online, yakni :

  1. Gunakan tekfin lending yang terdaftar atau berizin di OJK. Hati-hati dengan tekfin lending ilegal yang mengelabui dengan menggunakan nama atau logo menyerupai tekfin lending
  2. Jika ingin meminjam, pinjamlah sesuai kebutuhan dan kemampuan.
  3. Pahami perjanjian cicilan, waktu pembayaran, bunga, denda dan risikonya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

OJK Tekfin P2P Landing
Editor : Media Digital
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top