Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Baidu, Perusahaan China yang Listing di Nasdaq Tak Khawatirkan Pembatasan AS

CEO Baidu, Robin Li, dalam sebuah pernyataannya di China Daily pada Mei lalu mengatakan pihaknya mempertimbangkan secara internal untuk beralih ke bursa di wilayah lain, termasuk Hong Kong.
Reni Lestari
Reni Lestari - Bisnis.com 03 Desember 2020  |  16:24 WIB
Logo Baidu.
Logo Baidu.

Bisnis.com, JAKARTA - Raksasa pencarian internet China yang terdaftar di Nasdaq, Baidu, Inc. mengaku tidak terlalu khawatir mengenai langkah-langkah pengetatan pemerintah Amerika Serikat pada daftar perusahaan asing di bursa negara itu.

CEO Baidu, Robin Li, dalam sebuah pernyataannya di China Daily pada Mei lalu mengatakan pihaknya mempertimbangkan secara internal untuk beralih ke bursa di wilayah lain, termasuk Hong Kong.

"Kami sangat memperhatikan pengetatan peraturan pemerintah AS yang terus menerus atas saham perusahaan China yang terdaftar di Amerika Serikat, dan kami sedang mendiskusikan secara internal apa yang dapat kami lakukan," katanya, dilansir China Daily, Kamis (3/12/2020).

DPR AS diketahui baru saja mengesahkan undang-undang yang memberi kewenangan regulator memeriksa laporan audit perusahaan-perusahaan China yang melantai di bursa Paman Sam.

Beleid itu juga bertujuan mengawasi campur tangan militer dan pemerintah China pada perusahaan yang meraup modal di AS. Setelah disepakati di parlemen, selanjutnya undang-undang menunggu tanda tangan oleh Presiden Donald Trump untuk dapat diterapkan.

Li mengatakan, perusahaan seperti Baidu yang terdaftar di Nasdaq pada Agustus 2006 memiliki banyak pilihan untuk listing di wilayah lain di luar AS.

"Penilaian mendasar kami yaitu perusahaan yang bagus memiliki begitu banyak pilihan untuk listing dan tidak terbatas pada Amerika Serikat," katanya.

Sementara itu, dilansir Bloomberg, Komisi Pengaturan Sekuritas China menyebut RUU ini bersifat politis dan mengatakan itu akan merusak kepercayaan investor global di pasar modal AS.

Kementerian Luar Negeri China mengatakan pada dasarnya semua pihak meraup keuntungan dari perusahaan yang terdaftar di bursa luar negeri. Perusahaan dapat mengumpulkan dana, pasar memiliki lebih banyak untuk ditawarkan dan investor memiliki kesempatan untuk berbagi manfaat dari pembangunan ekonomi China.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

china amerika serikat baidu
Editor : Ropesta Sitorus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top